Sunday, January 30, 2011

Setiap Anak Memang Luar Biasa

Hakekat Penciptaan Anak

Anak pada fitrahnya adalah anugrah yang sangat berharga dalam sebuah keluarga, dimana rumah yang tadinya sepi menjadi riang gembira dengan suara tangis dan tawa anak-anak dalam sebuah keluarga. Begitu juga dengan hakekat penciptaan Anak dalam Islam merupakan anugrah dan amanah yang harus dijaga sesuai dengan apa yang Allah SWT ridhai.

Anak bukanlah robot apalagi hewan, anak adalah mahluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia. Maka, sudah seharusnya para orang tua mendidik anak dengan cara memuliakan mereka, bukan mendikte seperti boz kepada karyawannya dengan menuntut anak harus ini dan harus itu tanpa melihat apakah anak tersebut  'enjoy' atau tidak dengan segala tuntutan tersebut?

Anak juga bukan hewan yang bebas berprilaku apalagi liar tanpa aturan. Tentu tidak boleh demikian, anak  tidak boleh dibiarkan hidup liar tanpa pendidikan dan tanpa di ajari akhlaq mulia seperti yang diwajibkan Islam. Anak adalah mahluk yang Allah SWT muliakan karena keberadaan akal mereka. Maka sudah seharusnya para orang tua mendidik anak mereka sesuai dengan yang Allah SWT ridhai yaitu dengan mengajarkan dan membimbing mereka kepada Ridha Nya Allah SWT sesuai dengan perkembangan  akal anak. Agar kelak anak kita mampu mengenal Rob-nya, bisa menjalani kehidupan dengan penuh semangat dan mampu berkarya cemerlang tanpa bimbang apalagi kehampaan dalam menjalani hidup.

Mengenal Potensi Anak

Anak memiliki potensi hidup dan tentu saja potensi hidup ini harus dipenuhi dengan benar, jika tidak? maka akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak tanpa kendali. Sebagai contoh sederhana ada seorang anak yang dipukul temannya padahal dia tidak salah, terkadang banyak orang tua ketika melihat anaknya dipukul oleh anak orang lain menasehatinya dengan 'Sabar ya Nak...' padahal sudah jelas anak kita tidak salah, anak di bawah usia 10 tahun belum bisa faham makna kata 'Sabar'. Efek negatif ketika seorang anak yang didzalimi temannya dan kita suruh sabar, maka akan ada 2 sikap mental yang melekat yaitu si anak bisa jadi  memiliki mental jajahan (jika suatu hari ada yang mendzoliminya maka dia hanya akan diam, bahkan pasrah bukannya mempertahankan kemerdekaan diri) atau bisa jadi dia jadi uring-uringan ketika dirumah karena ketika di sekolah dia 'gendok' disuruh sabar ketika dipukul temannya.

Seharusnya, ketika seorang tidak salah dan tiba-tiba dipukul anak orang lain maka anak yang tidak salah berhak memukul kembali anak yang tiba-tiba mukul tersebut, ini bukan untuk mengajarkan anak berkelahi tapi untuk mendidik anak dalam mempertahankan diri, jika tidak salah kenapa diam? tentu saja konsep tentang sesama muslim adalah saudara juga harus ditanamkan. Sehingga energi negatif seperti 'gendok' atau bahkan dendam tidak bersemayam dalam diri anak jika memang seluruh aspek kebutuhan jasmani dan nalurinya terpenuhi dengan benar dan baik.

Terkadang juga, banyak orang tua yang menyalahkan sang kakak ketika adenya menangis padahal belum tentu anak yang nangis itu yang tertindas, disinilah peran orangtua, lingkungan dan juga peran guru dalam mendampingi tumbuh kembang anak dengan suasana yang menyenangkan tanpa timbul rasa iri maupun dendam dalam diri anak, karena ini akan berefek negaif bagi anak dikemudian hari jika kita salah memperlakukan anak. Niat awal ingin mencerdaskan tapi malah menindas anak, Naudzubillah...

Potensi Hidup Anak; Jasmani, Naluri dan Akal

Anak memiliki potensi hidup berupa kebutuhan Jasmani, naluri dan akal. Potensi hidup ini harus dipenuhi dengan benar dan baik. Seperti potensi hidup anak berupa tidur (proporsional), makanan (halal dan sehat) karena kebutuhan akan tidur dan makanan yang dikonsumsi anak akan mempengaruhi fisik dan perkembangan otak maupun mental anak, bagaimana bisa anak kita belajar dengan baik jika perutnya lapar? atau terlalu kenyang. Menu makan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kesukaan anak.

Sedangkan untuk kebutuhan naluri, ada 3 jenis naluri yaitu Baqa, Tadayun dan Na'u. Dimana naluri ini muncul dari rangsangan luar diri manusia, tuntutan pemenuhanna pun tidak bersifat pasti, bisa ditunta atau dialihkan. Kadarnya pun tergantung pada kuat atau lemahnya rangsangan dari luar diri manusia.

Kebutuhan Naluri
Naluri Tadayun; kecenderungan untuk mengkultuskan, yang meruoakan dasar ketaatan kepada Sang Khalik
Naluri Baqa; kecenderungan untuk mempertahankan diri seperti rasa takut, rasa memiliki, marah, suka memimpin, senang, sedih, tanggung jawab dll
Naluri Na'u; kecenderungan untuk melestarikan keturunan seperti rasa sayang kepada orang tua, keluarga, rasa cinta kepada lawan jenis yang merupakan dasar dari rasa kasih sayang.

Ketiga naluri ini harus dipenuhi dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang Allah SWT ridhai, landasan untuk memenuhi ketiga naluri ini yaitu dengan mempelajari ushul fiqh karena disana akan dipaparkan dengan jelas tentang perilaku perbuatan seorang hamba yang terikat dengan aturan ALlah SWT dimana setelah kematian didunia, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan yang berkonsekuensi pada pahala dan dosa. Pemahaman terkait pahala dan dosa tidak bisa dipahami oleh kaca mata manusia, hanya dengan mempelajari ushul fiqhlah setiap muslim akan mengetahui dan faham terkait halal, haram, makruh, mubah maupun sunnah. Karena setiap aktifitas seorang hamba pasti tidak terlepas dari status hukum apakah mengerjakan yang mubah, sunah, wajib, haram atau makruh.

Fungsi Akal Pada Anak

Akal yang ada pada diri anak maupun manusia dewasa adalah sebagai pengendali dari setiap perbuatannya dalam memenuhi kebutuhan fisik maupun kebutuhan naluri. Kecenderungan manusia adalah untuk meraih ketenangan, kebahagiaan dan keselamatan hidup. Akal inilah berfungsi untuk memilih pilihan hidup, maupun berperilaku agar meraih martabat mulia dihadapan Sang Pencipta yaitu Allah SWT. 

Akal manusia hanya akan berfungsi ketika ada 4 komponen berpikir yaitu; fakta, panca indera, otak dan informasi sebelumnya. Pemahaman tentang akal bisa Anda baca di buku Hakikat berpikir karya Taqiyuddin an-Nabhani.

Penutup
Orang tua adalah orang yang utama dan bertanggung jawab penuh dalam perkembangan anak, baik dari sisi jasmani, mental dan akal anak. Selain orang tua, lingkungan dan para guru yang mendidik anak kita pun memang harus sejalan dengan visi misi orang tua dalam mendidik anak, begitu juga peran orang tua dalam memilih teman bermain anak. Karena teman itu akan mencuri tabiat temannya. Otomatis jika kita ingin tahu perkembangan anak kita seperti apa, kita bisa menilainya dari kualitas teman-temannya. Tugas yang berat memang tapi jika dijalani dengan landasan Iman Kepada Allah SWT, Insya ALlah apapun akan 'dilakoni' dengan ilmu maka akan membuat kita'easy going'.Wallahu a'lam

* ini adalah oleh-oleh dari seminar "Melejitkan Potensi Anak Tanpa Beban" yang di adakan oleh Tim Kurikulum HSG Khoiru Ummah el-Diina

Tuesday, January 18, 2011

Hakekat Berpikir


Buku ini merupakan buku berbahasa Arab yang berjudul asli at-tafkir karya Taqiyuddin an-Nabhani, didalamnya dibahas tentang beberapa point penting seputar akal yaitu definisi akal, metode berpikir, contoh-contoh aktivitas berpikir dan berpikir memahami teks-teks.

Definisi Akal (Urgensi definisi akal, proses berpikir, dan metode berpikir)

Manusia adalah makhluk yang paling utama, hingga dikatakan bahwa manusia lebih utama daripada malaikat. Keutamaan manusia terletak pada akalnya, akal inilah yang telah mengangkat kedudukan manusia dan sekaligus menjadikannya makhluk yang paling utama. Proses berpikirlah yang menjadikan akal manusia memiliki nilai dan menghasilkan berbagai produk akal yang mampu membuat kehidupan dan manusia menjadi baik. Bahkan mampu menciptakan kebaikan bagi seluruh alam semesta beserta segala sesuatu yang ada di dalamnya, termasuk benda-benda mati, tumbuhan dan hewan.

Berbagai macam ilmu, seni, sastra, filsafat, fikih (hukum), ilmu bahasa, dan pengetahuan adalah produk akal yang konsekuensinya juga merupakan produk proses berpikir. Oleh karena itu, demi kebaikan manusia, kehidupan dan alam semesta, harus diketahui fakta tentang akal disamping harus diketahui fakta mengenai proses berpikir dan metode berpikir.

Umat manusia dalam kurun waktu yang sangat panjang ternyata lebih menaruh perhatian pada buah akal dan buah proses berpikir daripada memberikan perhatian pada fakta mengenai akal dan fakta tentang proses berpikir itu sendiri. Pernah ada orang-orang yang berusaha untuk memahami fakta akal baik intelektual kaum Muslim maupun non-Muslim pada masa lalu ataupun masa sekarang. Tetapi, semuanya gagal dalam memahami fakta mengenai akal tersebut. Ada juga orang yang berusaha menyusun metode berpikir dan memang berhasil dalam beberapa aspek dari buah metode berpikir tersebut dengan adanya sejumlah prestasi ilmiah. Tapi, mereka telah tersesat dalam memahami fakta tentang proses berpikirnya. Mereka juga menyesatkan para pengikutnya yang merasa kagum terhadap keberhasilan ilmiah tersebut.    

Sebelumnya, sejak masa Yunani dan setelahnya, umat manusia telah terdorong untuk mengetahui fakta mengenai proses berpikir. Hasilnya, mereka sampai pada apa yang disebut dengan logika (‘ilmu mantiq) dan berhasil meraih sebagian pemikiran. Tapi mereka telah merusak hakikat pengetahuan itu sendiri. Jadi, ilmu logika malah menjadi sesuatu yang destruktif bagi pengetahuan bukan menjadi –seperti yang diharapkan dari logika- alat untuk mencapai ilmu pengetahuan atau menjadi standar kebenarannya. Mereka yang terdorong memahami proses berpikir juga telah sampai pada apa yang disebut dengan filsafat yaitu cinta kebijaksanaan dan studi secara mendalam tentang apa yang ada di balik eksistensi atau di balik materi (gaib, supernatural). Mereka memang berhasil menciptakan pengetahuan dan kesimpulan yang menghasilkan kepuasan intelektual. Tetapi pengetahuan tersebut jauh dari fakta dan kebenaran. Akibatnya, mereka menjauhkan manusia dari kebenaran dan fakta hingga menyesatkan banyak manusia serta menyimpangkan proses berpikir dari jalannya yang lurus.

Kajian tentang proses berpikir dan metode berpikir meskipun telah menghasilkan berbagai pengetahuan, menciptakan bidang pengkajian dan menghasilkan sejumlah manfaat bagi manusia, upaya-upaya itu tidak difokuskan pada fakta mengenai proses berpikir dan tidak berlangsung di atas jalan yang benar. Karena itu, upaya tersebut tidak dapat dianggap kajian mengenai fakta proses berpikir, tapi hanya kajian tentang produk proses berpikir. Upaya tersebut bukan kajian tentang metode berpikir yang lurus, tapi hanya sekedar kajian tentang salah satu teknik berpikir dalam metode berpikir yang diperoleh secara kebetulan akibat pengkajian berbagai produk pemikiran dan buah akal serta tidak diperoleh melalui jalan penelaahan terhadap fakta proses berpikir itu sendiri. Maka, dapat dikatakan bahwa kajian tentang metode berpikir yang lurus selama ini hanya berputar-putar pada hasil proses berpikir, tidak difokuskan pada fakta proses berpikir itu sendiri.

Penyebab kegagalan yang ada hingga kini dalam memahami fakta mengenai proses berpikir dan juga fakta metode berpikir dikarenakan para pengkaji telah lebih dulu mengkaji proses berpikir sebelum mengkaji akal itu sendiri. Padahal, fakta tentang proses berpikir itu tidak akan dapat dipahami kecuali setelah diketahui terlebih dulu fakta mengenai akal secara meyakinkan dan pasti. Ini karena proses berpikir adalah produk dari akal sementara berbagai ilmu pengetahuan, seni dan seluruh aspek ilmu budaya (tsaqofah) merupakan buah dari proses berpikir. Wajar saja jika pertama kali harus diketahui adalah fakta tentang akal secara meyakinkan dan pasti. Setelah itu, bisa diketahui fakta mengenai proses berpikir dan selanjutnya metode berpikir yang lurus. Setelah itu atas dasar petunjuknya, suatu pengetahuan akan bisa dinilai, apakah termasuk sains ataukah bukan. Maka akan dapat ditentukan bahwa kimia adalah sains, sementara psikologi dan sosiologi bukanlah sains. Akan dapat ditentukan pula apakah suatu pengetahuan termasuk kebudayaan atau bukan. Artinya, akan dapat ditentukan perundang-undangan adalah termasuk tsaqofah dan tashwir (seni menggambar) bukanlah termasuk tsaqofah. Walhasil, pokok masalahnya secara keseluruhan bermuara pada pengetahuan tentang fakta akal itu sendiri secara meyakinkan dan pasti. Setelah itu dan atas petunjuk pengetahuan tersebut, barulah bisa dibahas fakta mengenai proses berpikir dan metode berpikir. Berdasarkan petunjuk metode berpikir tersebut baru akan bisa dihasilkan secara benar berbagai teknik berpikir.

Itulah yang menjadi pokok permasalahannya, pengetahuan tentang sains dan kebudayaan haruslah merupakan produk dari pengetahuan tentang fakta proses berpikir, metode berpikir berserta berbagai teknik berpikirnya. Fakta proses berpikir itu sendiri haruslah merupakan buah dari pengetahuan tentang fakta mengenai akal. Atas dasar itu, harus diketahui fakta akal secara meyakinkan dan pasti, baru kemudian fakta tentang proses berpikir.

Definisi Akal Menurut Pemikir Komunis
Orang-orang yang mendefinisikan akal atau berusaha mengetahui fakta akal baik pada masa lalu seperti para filosof Yunani, para pemikir Muslim dan ilmuan Barat, maupun pada masa sekarang ini cukup banyak. Upaya yang dilakukan para pemikir komunis patut dipertimbangkan karena upaya mereka adalah upaya yang seriius tetapi definisi tersebut rusak karena sikap para pemikir komunis yang salah untuk terus mengingkari eksistensi pencipta alam ini. Jika tidak ada pengingkaran terhadap eksistensi sang Pencipta, niscaya mereka akan mencapai fakta mengenail akal secara meyakinkan dan pasti tentang fakta akal.

Para pemikir komunis memulai pembahasan mereka tentang fakta dan pemikiran dengan menyatakan “Apakah pemikiran itu ada sebelum adanya fakta? Ataukah fakta ada sebelum adanya pemikiran, sehingga pemikiran adalah buah dari fakta?” mereka berbeda pendapat dalam hal ini. Sebagai menyatakan bahwa pemikiran itu ada sebelum adanya fakta sebagian lagi menyatakan fakta itu ada sebelum adanya pemikiran. Tapi pendapat final mereka adalah bahwa fakta ada sebelum pemikiran. Mereka menyatakan bahwa pemikiran adalah refleksi (pemantulan) fakta terhadap otak, artinya pengetahuan mereka tentang fakta pemikiran bahwa pemikiran terbentuk dari fakta, otak, dan proses refleksi fakta terhadap otak. Menurut mereka, pemikiran adalah hasil dari refleksi fakta terhadap otak. Pendapat ini menunjukkan adanya kajian yang benar, usaha serius dan mendekati kebenaran jika mereka tidak terus mengingkari eksistensi Pencipta alam dan tidak terus menyatakan bahwa alam ini bersifat tidak berawal dan tidak berakhir (azali), niscaya kesalahan dalam memahami fakta akal tidak akan terjadi. Memang benar, bahwa pemikiran tidak akan terbentuk tanpa adanya fakta. Setiap pengetahuan yang tidak akan ada faktanya hanyalah khayalan dan imajinasi semata. Artinya, fakta adalah asas pemikiran, sedangkan pemikiran itu sendiri hanya merupakan pengungkapan fakta atau penilaian terhadap fakta. Maka, fakta adalah asas pemikiran dan asas proses berpikir. Tanpa adanya fakta, tidak akan mungkin ada pemikiran dan proses berpikir.

Kemudian, penilaian terhadap fakta, bahkan setiap hal yang ada pada diri manusia ataupun yang dihasilkan oleh manusia sesungguhnya terkait erat dengan otak. Otak merupakan pusat utama dan mendasar yang ada para diri manusia karenanya, sebuah pemikiran tidak akan pernah terwujud kecuali setelah adanya otak. Otak sendiri adalah fakta. Dengan demikian, pemikiran, sebagaimana keberadaan fakta yang juga menjadi syarat mendasar bagi terwujudnya pemikiran. Walhasil, utnuk mewujudkan adanya akal yaitu proses berpikir atau adanya pemikiran haruslah adanya fakta dan otak.  

Para komunis telah berhasil menyimpulkan bahwa keberadaan akal mesti bergantung pada adanya fakta dan otak. Kebedaraan keduanya secara bersamaan merupakan syarat utama dan mendasar bagi eksistensi akal. Usaha mereka bisa dipandang sebagai usaha yang serius dan benar. Sayangnya, ketika berusaha mengaitkan fakta dengan otak untuk menghasilkan pemikiran atau untuk mewujudkan proses berpikir, mereka tergelincir dalam kekeliruan. Mereka menyimpulkan bahwa keterkaitan keduanya adalah proses refleksi fakta tersebut terhadap otak. Jadinya mereka keliru di dalam memahami fakta akal sehingga mereka juga keliru di dalam pendefinisian akal. Penyebab kekeliruan mereka adalah karena terus mengingkari eksistensi Pencipta yang telah menciptakan alam semesta ini dari ketiadaan. Jika saja mereka menyatakan bahwa pengetahuan mendahului pemikiran, mereka pasti akan mendapatkan kebenaran yang nyata. Dalam hal ini, pertanyaannya adalah, dari mana datangnya pemikiran yang muncul sebelum adanya fakta? Jawabannya pasti datang dari selain fakta. Pertanyaan selanjutnya, dari mana asalnya pemikiran pada manusia pertama? jawabannya, pemikiran itu mesti datang dari selain manusia pertama itu dan selain fakta. Artinya, manusia pertama dan seluruh fakta yang ada telah diwujudkan oleh Yang memberikan pengetahuan kepada manusia pertama itu. Ini berbeda dengan pengetahuan kaum komunis yang mereka anggap pasti bahwa alam dan fakta itu azali (eternal). Oleh karena itu, mereka mengatakan bahwa refleksi fakta terhadap otak adalah akal dan bahwa proses refleksilah yang membentuk pemikiran dan sekaligus proses berpikir.

Untuk menghindari keharusan adanya pengetahuan, kalangan komunis berusaha membuat bermacam-macam fantasi dan asumsi. Mereka menyatakan bahwa manusia pertama telah melakukan percobaan (eksperimen) atas berbagai fakta hingga menghasilkan pengetahuan. Percobaan-percobaan ini menjadi sejumlah pengetahuan yang akan membantu dirinya untuk mengadakan percobaan lain atas sejumplah fakta yang lain. Demikian seterusnya, mereka tetap berpendapat bahwa fakta dan juga refleksi otak terhadap fakta adalah akal atau pemikiran, yang akan mewujudkan adanya proses berpikir. Mereka tidak bisa melihat perbedaan antara penginderaan dan refleksi. Mereka juga tidak bisa melihat bahwa aktivitas berpikir tidak dihasilkan melalui proses refleksi fakta terhadap otak dan tidak juga dari terbentuknya kesan fakta pada otak, melainkan dihasilkan melalui proses penginderaan/pencerapan. Pusat penginderaan tersebut adalah otak. Andaikata tidak ada penginderaan fakta, tidak akan ada pemikiran apapun, dan juga tidak akan ada proses berpikir apapun. Dengan demikian, kegagalan mereka membedakan penginderaan dengan refleksi telah semakin menambah kesalahan mereka dan memalingkan proses berpikir dari jalan yang telah tempuh sebelumnya. Akhirnya, terbentuklah definisi mereka tentang fakta akal dan jatuhlah mereka dalam kekeliruan pendefinisiannya.

Tapi, yang menjadi asas kesalahan mereka bukan tidak adanya pembedaan antara penginderaan dan refleksi. Jika hanya karena faktor tersebut, mereka pasti akan menemukan kesimpulan bahwa masalahnya adalah penginderaan, bukan refleksi. Faktor mendasar dan asasi kesalahan dan penyimpangan mereka adalah pengingkaran mereka terhadap eksistensi Pencipta yang telah menciptakan alam semesta ini. Akibatnya, mereka tidak memahami bahwa keberadaan informasi terdahulu tentang fakta merupakan syarat yang mesti ada bagi adanya sebuah pemikiran atau proses berpikir. Informasi terdahulu merupakan syarat yang pasti untuk membentuk akal, atau agar pemikiran dan proses berpikir itu ada. Seandainya tidak demikian, niscaya keledai pun mempunyai akal, karena keledai memiliki otak dan merefleksikan fakta terhadap otak atau mengindera fakta. Padahal, akal merupakan karakteristik khusus yang hanya dimiliki manusia, hingga ada ungkapan lama bahwa manusia adalah hewan yang berpikir artinya, manusia adalah hewan yang dapat berpikir sebab proses berpikir atau akal hanya khusus dimiliki manusia sedangkan hewan atau yang lainnya tidak memiliki akal atau proses berpikir.

Definisi Akal Yang Shahih
Para pemikir komunis telah keliru mendefinisikan akal dan menyimpang dari jalan yang mereka tempuh untuk mencapai pengetahuan tersebut secara meyakinkan dan pasti tapi mereka telah membuka jalan bagi generasi sesudahnya yang menempuh jalan untuk mencapai pengetahuan tentang fakta akal secara meyakinkan dan pasti.

Kaum muslim mempunyai dalil yang menunjukkan bahwa informasi terdahulu tentang sesuatu merupakan perkara yang harus ada agar sesuatu tersebut dapat dipahami. Meskipun ini benar memang benar, perlu dipertimbangkan adalah bahwa definisi akal merupakan deskripsi mengenai suatu fakta dan yang dikehendaki dari definisi akal adalah agar seluruh manusia terikat dengan definisi tersebut. Maka dari itu, definisi akal harus dibangun atas dasar realitas yang ada yang dapat di indera, karena yang dikehendaki adalah agar seluruh manusia –bukan kaum muslim saja- terikat dengan definisi tersebut.

Di dalam al-qur’an, Allah SWT berfirman : “Allah telah mengajarkan (memberi informasi) kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian Allah mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman : “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!” Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha tahu dan Maha bijaksana.” Allah berfirman, ”hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda-benda itu!.” Maka setelah Adam memberitahukan kepada mereka nama-nama benda-benda itu, Allah berfirman, Bukankah sudah Aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui apa saja yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan? [TQS. Al-Baqarah [2]: 31-33]

Ayat ini menunjukkan bahwa informasi terdahulu mesti ada untuk sampai pada pengetahuan apa pun. Nabi Adam as telah diberi informasi oleh Allah SWT tentang nama benda-benda atau apa yang ditunjukkan oleh nama-nama tersebut. Oleh karena itu, ketika benda-benda tersebut disodorkan ke hadapan Nabi Adam, dia langsung mengetahuinya. Manusia pertama, yaitu Adam, sesungguhnya telah diberi sejumlah informasi oleh Allah hingga ia bisa mengetahui nama-nama benda-benda. Seandainya saja berbagai informasi tersebut tidak ada, Adam tentu tidak akan mengetahuinya. 

Ayat diatas menjelaskan bahwa proses berpikir mengharuskan adanya informasi terdahulu karena proses berpikir tidak akan bisa terwujud kecuali dengan adanya informasi terdahulu tentang fakta yang disodorkan ke dalam otak. Hanya saja, karena yang dikehendaki adalah agar seluruh manusia –bukan hanya kaum muslim saja- terikat dengan definisi akal, maka harus diketengahkan realitas yang ada yang dapat diindera yakni bahwa informasi terdahulu tentang fakta adalah sesuatu yang harus ada untuk mewujudkan pemikiran atau agar akal bisa terbentuk atau wujud. Ini disebabkan keberadaan akal sangat bisa terbentuk atau terwujud. Ini disebabkan keberadaan akal sangat bergantung pada adanya informasi terdahulu pada otak, meskipun fakta merupakan syarat penting bagi terwujudnya aktivitas akal, pemikiran atau proses berpikir. Dengan adanya informasi terdahulu, aktivitas berpikir atau eksistensi akal dapat diwujudkan.

Informasi terdahulu tentang fakta atau tentang apa saja yang berkaitan dengan fakta, merupakan perkara yang harus ada dalam mewujudkan akal atau kesadaran. Tanpa adanya informasi terdahulu, mustahil akal atau kesadaran dapat diwujudkan. Dengan begitu, akan diketahui makna akal, lalu definisi akal secara sahih dalam bentuk yang meyakinkan dan pasti.

Yang terjadi dalam proses berpikir atau aktivitas akal adalah penginderaan/pencerapan, bukan refleksi dapat dijelaskan bahwa sebenarnya tidak ada proses refleksi antara materi (fakta yang terindera) dan otak. Jadi otak tidak direfleksikan pada materi atau sebaliknya materi juga tidak direfleksikan pada otak, sebab refleksi (proses pemantulan) yang bisa merefleksikan sesuatu seperti halnya cermin dan cahaya. Jadi cermin dan cahaya membutuhkan kapasitas refleksi untuk memantulkan materi. Hal ini tidak ada pada otak ataupun materi, karena itu tidak ada sama sekali proses refleksi antara materi dan otak karena materi tidak direfleksikan ke dalam otak atau tidak dipindahkan kedalam otak. Yang berpindah adalah penginderaan (atau pencerapan) materi ke dalam otak melalui pancara indera. Artinya, panca inderalah –yang mana saja- yang mencerap materi. Lalu penginderaan tersebut berpindah ke dalam otak sehingga otak mampu mengeluarkan penilaian(hukm, judgement) atas materi.

Pemindahan penginderaan materi ke dalam otak bukanlah proses refleksi materi terhadap otak atau sebaliknya refleksi otak terhadap materi. Yang terjadi hanyalah penginderaan materi oleh panca indera. Tidak ada perbedaan antara mata dan indera lainnya. Maka proses penginderaan materi dapat terjadi melalui perabaan, penciuman, pengecapan, pendengaran, atau penglihatan. Dengan demikian, yang terjadi pada berbagai objek bukanlah refleksi terhadap otak, tapi penginderaan terhadap objek tersebut. Artinya, manusia mengindera benda-benda melalui panca inderanya, dan bukan benda-benda tersebut yang direfleksikan ke dalam otak manusia.

Kenyataan di atas sangat jelas, sejelas cahaya matahari yang menimpa objek-objek material, yakni bahwa pencerapan atau penginderaanlah yang sebenarnya terjadi. Sementara itu, dalam kaitannya dengan objek-objek non-material seperti objek-objek yang bersifat maknawi atau spiritual (ruhani), maka sebenarnya terjadi juga penginderaan (pencerapan) terhadap objek-objek tersebut hingga dihasilkan aktivitas berpikir terhadapnya. Berkenaan dengan suatu masyarakat yang mundur, harus terjadi penginderaan hingga dapat diputuskan bahwa suatu masyarakat mengalami kemunduran. Realitas kemunduran jelas bersifat material. Berkenaan dengan hal-hal yang menodai kehormatan, harus ada penginderaan mengenai penodaan yang terjadi atau penginderaan bahwa suatu benda atau tindakan telah menodai kehormatan. Dengan begitu, bisa diputuskan bahwa telah terjadi penodaan atau ada sesuatu yang tajam yang telah melukai atau menodai kehormatan. Ini adalah perkara yang bersifat maknawi. Demikian pula mengenai hal-hal yang bisa menimbulkan kemurkaan Allah, harus ada penginderaan terhadap (sebab) kemurkaan Allah yang terjadi, atau penginderaan terhadap tindakan atau sesuatu yang bisa menimbulkan kemurkaan Rabbul Izzati (Allah), yakni yang dapat menyulut api kebencian dan bara kemarahan bagi Adz-Dzat Al-‘Illiyah (Allah). Ini adalah masalah yang bersifat spiritual.

Tanpa adanya proses penginderaan dalam semua hal di atas, jelas tidak terwujud aktivitas akal. Proses penginderaan merupakan hal yang mesti ada agar terjadi aktivitas akal, baik untuk objek-objek material maupun non material. Hanya saja, proses pencerapan terhadap objek-objek yang bersifat material akan terjadi secara alamiah, meskipun akan dapat berlangsung secara kuat atau lemah sesuai pemahaman seseorang terhadap karakter objek yang dicerapnya. Oleh karena itu, para pemikir menyatakan bahwa pencerapan yang muncul dari kesadaran atau pemikiran adalah jenis pencerapan yang paling kuat. Sebaliknya, proses pencerapan terhadap objek non material sesungguhnya tidak akan terjadi kecuali dengan adanya pemahaman terhadapnya atau dengan jalan taklid.

Bagaimanapun keadaannya, fakta bahwa yang terjadi adalah proses pencerapan, bukan refleksi sesungguhnya merupakan hal yang nyaris merupakan aksioma (sesuatu yang tidak perlu dibuktikan lagi). Meskipun demikian, proses pencerapan terhadap objek yang bersifat material akan tampak lebih jelas dari pada objek yang bersifat maknawi. Masalah tersebut sebetulnya tidaklah mendasar karena bisa ditangkap oleh indera setiap orang dan tidak ada perbedaan pemahaman di antara mereka. Yang berbeda adalah pengungkapannya, yang terkadang berbeda dengan fakta yang sebenarnya, sebagaimana yang diungkapkan oleh para pemikir komunis dengan istilah refleksi dan terkadang sesuai dengan fakta yang sesungguhnya, sebagaimana yang telah di ungkapkan dengan istilah pencerapan atau penginderaan. Yang menjadi sumber penyimpangan justru masalah informasi terdahulu tentang fakta. Inilah yang menjadikan penyimpangan kaum komunis semakin fatal. Ini pula yang menjadi point utama dalam pokok bahasan tentang akal atau merupakan hal dasar dalam aktivitas berpikir.

Kesimpulan dari pokok bahasan tentang informasi terdahulu adalah bahwa pencerapan saja tidak akan mewujudkan permikiran. Yang terjadi hanyalah pencerapan saja atau penginderaan terhadap fakta. Penginderaan yang diulang-ulang sampai jutaan kali sekalipun, meski dilakukan melalui berbagai jenis penginderaan tetap akan merupakan penginderaan saja dan sama sekali tidak akan menghasilkan pemikiran. Agar terwujud pemikiran, proses penginderaan harus disertai dengan adanya informasi terdahulu pada diri manusia, yang akan digunakan untuk menafsirkan fakta yang diindera. Dengan demikian, baru akan terwujud pemikiran. Sebagai contoh, kita bisa menghadirkan seseorang yang ada sekarang, siapapun orangnya. Kita lantas memberikan kepadanya sebuah buku berbahasa Assiriya, sementara ia tidak mempunyai informasi apapun yang berkaitan dengan bahsa tersebut. Kita kemudian membiarkannya mengindera buku tersebut dengan cara melihat ataupun meraba. Kita memberinya pula kesempatan untuk mengindera buku tersebut sampai sejuta kali. Maka, ia pasti tetap tidak akan memahami satu kata pun dari buku tersebut. Baru setelah kita memberikan informasi kepadanya tentang bahasa tersebut atau hal-hal yang berkaitan dengan bahasa tersebut, ia akan mampu memikirkan dan memahaminya.

Tidak benar jika dikatakan bahwa realitas tersebut hanya berkaitan dengan bahasa yang merupakan buatan manusia, sehingga membutuhkan informasi tentang bahasa tersebut. Ini karena yang menjadi pokok bahasan adalah aktivitas berpikir, sedangkan aktivitas berpikir adalah aktivitas akal, apakah berupa aktivitas menilai sesuatu, memahami makna (kata) atau memahami kebenaran. Artinya, aktivitas berpikir adalah sama untuk segala hal. Berpikir tentang suatu masalah sama saja dengan berpikir tentang suatu opini. Memahami makna suatu kata sama dengan memahami makna suatu fakta. Masing-masing membutuhkan aktivitas berpikir, karena pada kenyataannya aktivitas tersebut sama dalam semua objek dan semua fakta.

Agar tidak menimbulkan perdebatan mengenai bahasa dan fakta, marilah kita mengambil contoh sebuah fakta secara langsung, kita mengambil seorang anak kecil yang sudah mempunyai kemampuan mengindera tetapi tidak memiki informasi. Kita letakkan di hadapannya sepotong emas, tembaga dan batu. Lalu kita membiarkannya mengindera dan mencerap benda-benda tersebut. Maka dia tidak mungkin bisa memahaminya, meskipun penginderaannya dilakukan berulang-ulang dengan berbagai macam panca inderanya. Akan tetapi jika ia diberi informasi terdahulu tentang ketiga benda tersebut kemudian dia menginderanya, maka dia akan menggunakan informasi itu hingga ia mampu memahami hakikat 3 benda tersebut. Andaikata anak tersebut telah dewasa hingga berusia 20 tahun, sementara dia tidak mempunyai informasi tentang apapun, maka keadaannya akan tetap seperti semula, yaitu hanya bisa mengindera benda-benda tanpa bisa memahaminya, meskipun otaknya telah mengalami perkembangan. Ini disebabkan, yang menjadikan dirinya bisa memahaminya meskipun otaknya telah mengalami perkembangan. Ini disebabkan, yang menjadikan dirinya bisa memahami sesuatu bukanlah otak, tapi informasi-informasi terdahulu disertai dengan fakta-fakta yang diinderanya. 

Dengan demikian, informasi terdahulu tentang suatu fakta atau yang berkaitan dengan fakta, adalah syarat mendasar dan utama demi terwujudnya aktivitas berpikir atau demi terbentuknya akal. Semua itu adalah penjelasan aspek kesadaran rasional yaitu kesadaran yang muncul dari akal. Adapun aspek kesadaran emosional yaitu kesadaran yang muncul dari perasaan, maka ia adalah kesadaran yang muncul dari naluri-naluri dan kebutuhan fisik. Kesadaran emosional ini, sebagaimana terdapat pada hewan, juga terdapat pada manusia. jika kita memberikan apel dan batu secara berulang-ulang, dia pasti akan tahu bahwa apel bisa dimakan sedangkan batu tidak bisa dimakan. Keledai pun akan mengetahui bahwa gandum (barley) bisa dimakan sedangkan tanah tidak. Namun demikian, kemampuan membedakan ini bukanlah pemikiran atau kesadaran, melainkan berasal dari naluri dan kebutuhan fisik. Hal ini terdapat pada hewan sebagaimana terdapat juga pada manusia. Dengan demikian, tidak mungkin terwujud pemikiran, kecuali jika terdapat informasi-informasi terdahulu disertai dengan proses transfer penginderaan  fakta melalui panca indera ke dalam otak.

 Apa yang menjadi ketidakjelasan bagi banyak orang adalah bahwa informasi terdahulu ini dianggap bisa dihasilkan melalui proses percobaan (eksperimen) yang dilakukan sendiri oleh seseorang atau bisa diterima dari pihak lain. Menurut mereka percobaan-percobaan bisa mewujudkan informasi. Percobaan yang pertama inilah yang akan mewujudkan aktivitas berpikir. Ketidakjelasan ini bisa dihilangkan hanya dengan memperhatikan dua hal, yaitu : (1) perbedaan otak manusia dengan otak hewan dilihat dari kemampuan masing-masing dalam mengaitkan fakta dengan informasi, dan (2) perbedaan antara aspek yang berkaitan dengan naluri dan kebutuhan fisik, dengan aspek yang berkaitan dengan penilaian atas berbagai benda, benda apakah itu.

Perbedaan otak manusia dengan otak hewan, ialah bahwa pada otak hewan tidak terdapat kemampuan mengaitkan informasi. Yang ada hanyalah kemampuan mengingat kembali penginderaan terutama ketika penginderaan dilakukan secara berulang-ulang. Kemampuan mengingat kembali ini, yang dilakukan hewan secara alamiah, khusus terdapat pada hal-hal yang berkaitan dengan naluri dan kebutuhan fisik. Tidak berkaitan dengan  perkara-perkara diluar dua hal ini. Jika Anda memukul lonceng dan memberi makan anjing ketika lonceng dipukul, maka-bila ini dilakukan berulang-ulang- anjing akan bisa mengerti bahwa jika lonceng dibunyikan, berarti makanan akan segera datang, sehingga mengalir air liurnya. Begitu juga dengan sapi yang sedang digembalakan akan menjauhi rerumputan yang beracun atau yang membahayakannya.

Contoh diatas tentang pembedaan yang bersifat naluriah sedangkan yang sering disaksikan orang, bahwa sebagian hewan yang telah dilatih mampu melakukan gerakan-gerakan/aktivitas-aktivitas tertentu yang tidak berkaitan dengan nalurinya, maka sebenarnya hewan itu melakukannya semata didasarkan pda proses mencontoh/meniru. Tidak didasarkan pada pemikiran/kesadaran. Ini karena pada otak hewan tidak terdapat kemampuan untuk mengaitkan informasi yang ada pada hewan hanyalah kemampuan mengingatkan kembali penginderaan dan kemampuan membedakan yang semata-mata muncul dari naluri. Setiap hal yang berkaitan dengan nalurinya akan diinderanya dan segala hal yang telah diinderanya akan mampu diingatnya kembali, terutama jika penginderaan itu dilakukan secara berulang-ulang. Artinya, apa saja yang berkaitan dengan nalurinya, akan dilakukan oleh hewan secara alamiah, baik melalui proses penginderaan/melalui proses mengingat kembali penginderaan tersebut.

Ini berbeda dengan otak manusia, pada otak manusia terdapat kemampuan mengaitkan informasi (dengan fakta) bukan hanya kemampuan mengingat kembali penginderaan. Informasi terdahulu harus ada dalam aktivitas pengaitan dan keunggulan manusia atas hewan terletak pada kemampuan mengaitkan informasi ini.
Jalan lurus yang bisa menyampaikan pada pengetahuan tentang makna akal secara meyakinkan pada pengetahuan tentang makna akal secara meyakinkan dan pasti adalah harus terwujudnya 4 komponen akal agar aktivitas akal bisa terwujud. Harus ada fakta, otak manusia yang normal, panca indera dan informasi terdahulu.

Berdasarkan penjelasan diatas, definisi akal/ pemikiran/kesadaran adalah pemindahan penginderaan terhadap fakta melalui panca indera kedalam otak yang disertai adanya informasi-informasi terdahulu yang akan digunakan untuk menafsirkan fakta tersebut.
Inilah satu-satunya definisi yang benar, yang mengikat seluruh manusia disetiap zaman karena ia merupakan satu-satunya definisi yang dapat mendeskripsikan fakta akal secara benar dan satu-satunya definisi yang tepat untuk fakta mengenai akal.

BAB II METODE BERPIKIR
Jika telah memahami makna dan definisi akal secara yakin dan pati, maka selanjutnya harus mengetahui metode yang digunakan akal dalam mencapai berbagai pemikiran.

Metode berpikir adalah cara yang menjadi dasar bagi berlangsungnya aktivitas akal/aktivitas berpikir sesuai dengan karakter dan faktanya. Metode berpikir tidak akan mengalami perubahan, harus konstan dan harus dijadikan asas berpikir, bagaimanapun variatifnya cara-cara berpikir.  

Metode Rasional
Metode rasional adalah metode tertentu dalam pengkajian yang ditempuh untuk mengetahui realitas sesuatu yang dikaji dengan jalan memindahkan penginderaan terhadap fakta melalui panca indera kedalam otak disertai adanya informasi terdahulu yang akan digunakan untuk menafsirkan fakta tersebut. Selanjutnya, otak akan memberikan penilaian terhadap fakta tersebut. Selanjutnya, otak akan memberikan penilaian terhadap fakta tersebut. Penilaian ini adalah pemikiran/kesadaran rasional.
Pemikiran yang dicapai melalui metode rasional jika berkaitan dengan keberadaan sesuatu, seperti masalah-masalah akidah (pemikiran yang bersifat pasti). Jika berkaitan dengan realitas dari sesuatu/sifat sesuatu, seperti dugaan yaitu bahwa benda tertentu hukumnya diduga kuat adalah begini/perkara tertentu hukumnya diduga kuat yaitu begitu. Pemikiran-pemikiran ini adalah benar yang mengandung salah. Tapi pemikiran tersebut dipandang benar sampai bisa dibuktikan kesalahannya. 

Metode ilmiah
Barat-Eropa dan Amerika dan di ikuti Rusia, telah berhasil melahirkan revolusi industri di Eropa dan sukses dalam ilmu-ilmu empiris/eksperimental dengan keberhasilan yang tiada bandingannya. Hegemoni Barat telah meluas sejak abad ke 19 hingga sekarang, pengaruh mereka meliputi seluruh dunia. Cara dalam penelitian (riset) ilmu-ilmu empiris ini mereka namakan metode ilmiah dalam berpikir. Para pemikira komunis pun lalu mengadopsi metode tersebut dan menerapkannya pada selain ilmu-ilmu eksperimental, sebagaimana mereka menerapkannya pada ilmu-ilmu eksperimental. Para pemikir Eropa tetap menggunakan metode tersebut untuk ilmu-ilmu eksperimental dan ini diikuti pula oleh para pemikir Amerika. Seluruh penduduk bumi pun lalu mengikuti langkah mereka, sebagai akibat pengaruh dan hegemoni Barat dan Uni soviet. Akibatnya, metode ilmiah telah mendominasi manusia secara umum. Semua ini mengakibatkan munculnya sakralisasi terhadap pemikiran-pemikiran ilmiah dan metode ilmiah di seluruh Dunia Islam. oleh karena itu, harus ada penjelasan tentang metode ilmiah ini.

Metode ilmiah adalah metode tertentu dalam pengkajian yang ditempuh untuk memperoleh pengetahuan tentang realitas dari sesuatu melalui jalan percobaan objek-objek material yang dapat diindera. Metode ilmiah tidak dapat digunakan dalam pengkajian pemikiran-pemikiran.
Yang salah adalah menjadikan metode ilmiah sebagai asas dalam berpikir, karena menjadikannya asas berpikir tidaklah sesuai kenyataan. Ini disebabkan metode ilmiah bukanlah suatu basis yang di atasnya dibangun cabang di atas suatu basis.  Metode ilmiah merupakan salah satu cara berpikir yang konstan. Metode ilmiah tidak bisa diterapkan dalam semua objek, tetapi hanya bisa diterapkan pada satu objek saja yaitu objek material yang dapat diindera, untuk mengetahui realitas materi yang diteliti melalui jalan percobaan.
  
 --> to be continue... selanjutnya akan dibahas metode berpikir, contoh-contoh aktivitas berpikir, berpikir memahami teks-teks.

Thursday, January 13, 2011

Sistem Moneter Internasional (IMF)


Sistem moneter internasional saat ini tidak kunjung tuntas & tidak bisa dipahami kecuali oleh para ahli statistika. Sistem moneter internasional seharusnya dipaparkan kepada masyarakat umum secara global, agar masyarakat internasional bisa meraba langsung kerusakan sistem moneter internasional saat ini termasuk sistem ekonomi kapitalis yang menjadi pengawalnya, yang telah melahirkan sistem kelas yng tidak disukai masyarakat yaitu kelas majikan& kelas budah, kelas super kaya & kelas miskin-melarat, yang didalamnya dipenuhi dengan segala bentuk kehinaan, kezhaliman, kesengsaraan, kerakusan, kebencian, permusuhan & eksploitasi serta perbudakan manusia.

Dunia saat ini, setelah lenyapnya negara Khilafah Islam & runtuhnya sosialisme, hidup diatas satu sistem dari aspek ekonomi & finansial yaitu sistem ekonomi liberal atau liberalisme pasar, terlebih lagi sistem itu -dari sisi formalitasnya- terikat dengan lembaga Dana Moneter Internasional (IMF). Lembaga lain yaitu Organisasi Perdagangan Internasional (WTO) sedang dalam perjalanannya untuk mengikat semua negara di dunia. Lembaga-lembaga ini -IMF, WTO, & berbagai lembaga keuangan lainnnya seperti berbagai klub finansial dll- adalah hasil dari praktek liberalisme ekonomi dengan segala keburukannya. Monster kapitalisme telah mengambil langkah-langkah ini agar mereka bisa mengendalikan dan mengontrol harta kekayaan & semua hal yang terkait dengan harta. Mereka menjalankan kaedah : meraih tujuan dengan menghalalkan segala cara. Mereka membentuk lembaga-lembaga seperti ini untuk mendapatkan legalitas terhadap seluruh tindakan & dominasi mereka atas negara-negara lain di dunia.

Dunia saat ini dipaksa untuk mengikuti klasifikasi tertentu : pengikut & yang diikuti yaitu negara berkembang/negara terbelakang & negara kaya/negara industri. Akibatnya, sebagian besar bangsa di dunia yang menjadi mayoritas dari masyarakat dunia hidup di bawah belas kasihan sekelompok kecil manusia. Atau lebih tepatnya membuat ratusan juta manusia menunggu pemberian & sedekah dari mereka yang menamakan dirinya sebagai negara-negara kaya.

Perang Dunia pertama meletus & sekitar sepuluh juta orang tewas menjadi bahan bakarnya. Berikutnya meletus Perang Dunia Kedua & sekitar lima puluh juta orang tewas menjadi tumbalnya. Disamping itu juga meletusnya berbagai peperangan dalam skala kecil, baik lokal maupun regional yang dilakukan sepihak ataupun bersama-sama. Di Benua Afrika saja terjadi kudeta lokal (nasional) yang dibelakangnya didalangi & direkayasa oleh negara-negara kapitalis yang menjadikan ribuan manusia tak berdosa sebagai sasaran. Semua itu demi apa? Perhatikan! Apakah semua itu demi menyelamatkan umat manusia & menyediakan kehidupan menyenangkan bagi umat manusia? Ataukah semua itu demi menyebarkan ideologi & penerapan-penerapan hukum kapitalis-liberal terhadap seluruh kehidupan umat manusia? Atau semua itu hanya kepentingan-kepentingan pribadi & kehendak-kehendak egoisme? Sejatinya, semua itu untuk merealisasikan berbagai kepentingan negara-negara imperialis dan dalam rangka mengokohkan cengkraman mereka terhadap berbagai kekayaan negara-negara lain yang tunduk kepadanya. Juga untuk memberikan sandaran (legislasi) perundang-undangan bagi pembenaran perampokan kekayaan negara-negara miskin & terbelakang oleh negara-negara kaya imperialis. Negara-negara penjajah itu telah memformat kaedah-kaedah & nilai-nilai baku yang mereka namakan dengan sistem & undang-undang. Melalui instrumen sistem & perundang-undangan itu mereka mengontrol kehidupan, perekonomian, dan transaksi moneter internasional sehingga dapat digunakan untuk menghisap darah berbagai bangsa & negeri sekaligus merampok kekayaannya. Untuk mendalami bagaimana modus negara-negara imperialis itu mengontrol berbagai transaksi moneter global dan mengeksploitasi berbagai bangsa, maka harus dipaparkan periodisasi perkembangan sistem moneter internasional.

Periodisasi Sistem Moneter Global

Sistem moneter global sejak awal abad ke 19 telah melalui periode-periode: Sistem standar emas, sistem standar pertukaran dengan emas, sistem dolar & penghapusan sistem emas. Periode pertama sistem moneter global yaitu sistem standar emas. Periode ini sudah ada sejak awal abad ke 19 hingga menjelang perang dunia pertama. Selama periode ini dunia tidak mengalami krisis ekonomi & keguncangan finansial. Sepanjang periode ini, emas menduduki mahkota moneter internasional. Periode kedua yaitu periode sejarah perkembangan sistem moneter global. Periode ini bermula dari penerapan kesepakatan Bretton Woods hingga Presiden AS Richard Nixon mengumumkan empat poin keputusan bersejarah pada tanggal 15 Agustus 1971 sebagai upaya untuk menyelamatkan perekonomian Amerika dari keruntuhan. Setelah itu mulailah periode ketiga sistem moneter global yang dalam seluruh aspeknya merupakan periode yang sarat dengan manuver politik.

Periode Pertama : Sistem Standar Emas

Sistem ini berlaku sebagai dasar bagi transaksi internasional pada awal abad ke 19. Sistem ini telah digunakan di banyak negeri sejak dahulu. Prakteknya juga sudah tersebar luas di berbagai penjuru dunia. Penggunaannya mendominasi dunia pada 1/4 abad terakhir dari abad ke 19. kondisi itu terus berlanjut sampai menjelang meletusnya perang dunia pertama. Lalu apa yang dimaksud dengan sistem standar emas itu? Para ekonom internasional mengatakan : sistem standar emas adalah sistem yang menjamin peredaran berbagai satuan emas cetakan, dan pada saat yang sama menjamin kebebasan konversi berbagai bentuk uang yang beredar dengan emas termasuk juga untuk perdangangan luar negeri, menjamin ekspor-impor logam berwarna kuning itu tanpa ada batasan dan syarat apa pun. Banyak negara di duni telah menerapkan sistem ini, terutama pada paruh kedua abad ke 19. Sistem standar emas mendominasi sistem keuangan & perdagangan di dalam negeri maupun internasional sejak 1/4 abad terakhir abad itu.

Pilar-pilar Sistem Standar Emas

Sistem ini berdiri diatas banyak pilar, yang terpenting yaitu :

1. Harus ada garansi atau jaminan undang-undang (berupa harga yang ditetapkan dengan undang-undang) antara satuan-satuan mata uang dengan logam emas murni. Misalnya, undang-undang Inggris menyatakan bahwa satuan mata uangnya adalah Pounsterling, yang setara dengan dua gram emas murni. Undang-undang Perancis setara dengan satu gram emas murni. Sirkulasi mata uang emas wajib bersandar pada pilar perundang-undangan yang secara fisik mengandung sejumlah emas yang dinyatakan oleh undang-undang. Apabila sirkulasi tidak bersandar pada mata uang emas, dan bersandar hanya pada jenis-jenis mata uang lainnya, maka bank sentral dipaksa oleh undang-undang untuk selalu menyediakan emas bagi setiap orang yang memintanya dengan bersandar pada harga resmi.

2. Untuk stabilitas nilai satuan mata uang, maka harus ada kebebasan penukaran (pengkonversian) secara mutlak bagi semua orang dengan standar pada harga resmi. Itu berarti individu yang memiliki mata uang kertas memiliki hak penuh untuk menukarkannya dan mendapatkan penggantinya berupa emas dari bank sentral. Untuk merealisir dan menstabilkan aktivitas ini bank sentral tidak bisa seenaknya mengeluarkan (mencetak) sejumlah besar uang kertas untuk diedarkan. Jika kita cermati hubungan perundang-undangan antara nilai uang kertas dengan sejumlah emas secara resmi yang harus disertai adanya kebebasan penukaran, hal itu berfungsi sebagai penjamin bagi nilai satuan mata uang. Di dalam mekanisme itu ada jaminan keamanan dari gejolak dan keguncangan moneter, sekaligus menjaga agar tidak terjadi krisis moneter dan finansial.

Keistimewaan Sistem Standar Emas

Sistem standar emas memiliki beberapa keintimewaan, yaitu :
1. Kemampuannya yang secara otomatis mencapai kestabilan harga (kurs) sebagai contoh angka estimasi harga emas (terhadap dolar) pada tahun 1910 M kurang lebih sama dengan harga yang ada pada tahun 1890 M.
2. Stabilisasi nilai satuan mata uang, baik pada level (perdangangan) dalam negeri maupun luar negeri agar berada pada tingkat yang sama (konstan).
3. Terciptanya keseimbangan, stabilitas moneter & menghalangi terjadinya kesenjangan antara harga emas resmi dengan harga komersialnya.
4. Ekspor & impor emas terbuka bagi semua orang tanpa ada batasan dan syarat apapun karena kebebasan keluar masuknya emas akan menjamin stabilitas nilai tukar.
5. Kebebasan penukaran bagi semua orang yaitu kebebasan menukarkan berbagai bentuk mata uang kertas dengan emas, dengan bersandar pada harga resmi yang ditetapkan menurut undang-undang. Penukaran itu dilakukan kepada bank sentral. Karena adanya aktivitas ini, bank sentral tidak bisa mengeluarkan (mencetak) sejumlah besar surat berharga perbankan (termasuk uang kertas) untuk disirkulasikan seenaknya. Hubungan perundang-undangan yang mengatur pencetakan uang kertas dan jumlah emas resmi (yang memback-up nya), disertai kebebasan penukarannya akan menjadi jaminan bagi nilai satuan mata uang.
6. Kemampuan sistem ini dalam menstabilkan nilai tukar. Dengan kata lain, membatasi gejolak nilai tukar di dalam batas yang sempit. Keistimewaan ini merupakan keistimewaan terpenting dari sistem standar emas. Bergejolaknya nilai tukar secara krusial akan menyebabkan kekacauan di dalam perdangangan luar negeri dan di dalam iklim moneter interasional.

Stabilnya nilai tukar adalah perkara yang penting bagi kehidupan perekonomian. Realitas ini pada derajat yang paling tinggi dirasakan oleh para ekonom. Bahkan dana moneter internasional sampai pasca penghapusan sistem standar emas sekalipun memahami pentingnya stabilisasi nilai tukar ini. Oleh karena itu, IMF mewajibkan atas negara-negara anggotanya untuk tetap menjaga nilai tukar yang stabil, meski tetap memberikan toleransi pergerakan kurs dalam batas yang sempit yaitu 1% pada dua arah (naik dan turun). Namun perbedaan diantara kedua sistem itu adalah bahwa aktivitas stabilisasi nilai tukar di dalam sistem standar emas berlangsung secara otomatis. Karena sistem berbasis emas mengandung instrumen yang akan berfungsi dengan sendirinya ketika tampak benih-benih kekacauan dan menghalangi terjadinya gejolak penting dalam nilai tukar sedangkan di bawah sistem yang sedang eksis (atas supervisi IMF) maka aktivitas stabilisasi itu terjadi melalui keputusan politik yaitu dengan adanya intervensi yang memiliki latar belakang politik. Persoalannya bagaimana penstabilan secara otomatis itu bisa terjadi? Sudah diketahui bahwa nilai tukar (kurs) di bawah sistem standar emas bersifat fiks (tetap) dan bertumpu pada berat emas murni yang ditetapkan oleh undang-undang untuk satuan mata uang. Jika kita asumsikan bahwa pemerintah Inggris menentukan kurs Poundsterling sebesar 2 gram emas murni dan pemerintah Amerika Serikat menentukan satu dolarnya bernilai 1 gram emas, maka kurs Poundsterling terhadap Dolar adalah satu Pounsterling senilai 2 Dollar. Nilai tukar ini disebut kurs keseimbangan.

--->> Demikian dikutip dari buku Nizham an-Naqdi ad-Dawli Nazhratun Tarihiyyatun wa Mu'alajatun Judzriyyatun yang ditulis oleh Fathi Muhammad Salim




Tuesday, January 11, 2011

Cara Cepat Sehat dari Tipus & Demam Berdarah

Sekitar satu tahun yang lalu, ketika pola makan & pola tidur saya sangat kacau.... Allah SWT kemudian menegur saya dengan tipus dan DBD (Demam Berdarah). Waktu itu agenda saya; rapat dari pagi sampe sore karena banyak yang harus dibahas, menjelang jam 3 sore tiba-tiba kepala saya pusing banget tapi saya tetap mengikuti rapat sampai selesai karena tanggung saya pikir.

Sekitar jam 5 sore saya dikosan sendirian dan memindahkan laptop dari kamar ujung ke kamar tengah tapi sesampainya dikamar tengah, Alamak.... badanku sangat lemas + kepalaku seperti ditusuk-tusuk... kemudian saya sms abang saya tentang kondisi saya waktu itu. Abang saya bilang 'Langsung cek ke dokter' tapi karena saya hanya sendirian dikosan maka saya hanya bisa sms seorang teman untuk menemani saya dikosan.

Menjelang Magrib tiba2 Ibu saya nelpon bahwa beliau sudah ada didepan kosan buat jemput saya heuheu padahal saya cuman sms abang saya aja tapi ternyata abang saya langsung nelpon Ibu saya agar menjemput saya. Waktu itu malam pergantian tahun baru 2010... dalam perjalanan menuju rumah ternyata di dago macet banget....untung supirnya Mang Edi... karena beliau cukup telaten ketika menyetir alias ga gurung gusuh kaya Mang 'T' :D

Sekitar jam 9.30 malam, kami tiba di Dokter dekat rumah langganan keluarga yaitu di dekat The Peak dan ketika Bu Dokternya cek tensi saya beliau kaget, 'ko rendah banget ya tensi nya? tapi masih bisa jalan?' dan kemudian beliau memberikan beberapa resep obat yang harus saya konsumsi

Nah setelah tiba dirumah, saya dipaksa minum obat padahal biasanya saya anti minum obat tapi karena kepala saya sakit banget maka saya terpaksa minum obat dokter dan besoknya saya doping dengan propolis + sari kurma + Gamat (gamat itu terbuat dari teripang yang bermanfaat untuk menghilangkan nyeri sendi yang di akibatkan oleh DB) + madu tipus + fish sauda + jus jambu tanpa susu tanpa es  dan dalam waktu 3 hari saja saya sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala sedangkan teman saya yang di Unisba harus dirawat selama sebulan karena tipus tapi kemudian dia konsomsi propolis dengan kuantitas yang banyak dan akhirnya hanya 'menginap' di RS seminggu saja ;p

Baiklah, bagi siapapun yang saat ini terkena tipus dan DBD, selamat mencoba tips barusan... herbalnya bisa dibeli di toko herbal terdekat, biasanya saya beli di toko herbal dekat Unpad Dipatiukur didekat Mesjid Al-Jihad Unpad.


Thursday, January 6, 2011

Melejitkan kecerdasan akal anak Tanpa Beban, oleh tim kurikulum HSG Khoiru Ummah

Anak memiliki potensi luar biasa, Para orang tua harus mampu melihat dan mengakuinya. Banyak orang tua yang tidak bisa melihat potensi anaknya. Banyak yang tidak bisa mendiskripsikan anaknya berarti kemungkinan ada potensi yang terlewatkan. Kebanyakan yang dibicarakan itu kelakuan anak-anak  tentang perkembangan anak. Ada Anak yang membela diri dengan berbohong padahal tinggal bagaimana orang tua mengajarkan berbahasa yang baik kepada anak agar membela diri tanpa harus berbohong. Kesalahan perlakuan ortu kepada anak, ketika ortu kurang adil. Apapun komentar anak, yang pertama sebelum menilai, pahami dulu realitasnya, apakah kemunduran atau perkembangan.

Setiap anak memiliki hak untuk disayang ortu meskipun porsi perhatiannya sama. Memuliakan, menghormati anak, sehingga di rumah, anak memiliki eksistensi. Anak yang usil keteman, ada anak yang menanam eksisitensi dari penderitaan orang lain. Seperti adanya geng motor dll, Geng itu lebih menghargai, isap narkoba karena dihargai kelompoknya adalah dampak dari tidak memiliki eksistensi dari rumah. Inilah pentingnya memahami eksistensi dirumahnya. Percaya Diri nya rendah atau hancur biasanya anak2 yang menjelang 10 tahun, tadinya kecerdasannya A tapi jika PD nya hancur bisa anjlok sampai D. Para ortu harus memperhatikan potensi naluri anak. Sehingga tidak ada potensi yang tertekan, mandeg. Nalurinya berkembang dan akalnya juga berkembang begitu juga fisiknya.

akal memiliki kapasitas untuk memperhatikan fenomena dilangit dan bumi untuk menemukan tanda2 kebesaran Allah. Anak kita punya potensi mengenal Allah apabila akalnya disuruh memikirkan penciptaan Allah, menemukan Allah dari mempelajari dirinya, hewan, bumi dll. Mengenal karekteristik alam semesta. Dalam mencerdaskan anak, harus selalu konek dengan Allah. Semua itu untuk membangun kesadaran sebagai hamba. Dia bersyukur kepada Allah dengan asma ul husna yg 99 sifat itu.

Allah akan menganugrahkan hikmah kepada orang yang Dia kehendaki, yang akan diberikan kebaikan yang banyak yaitu yang bisa mengambil pelajaran dari apa yang dia indra dialah ulul albab (ketika berpikir dan berkesimpulan) yaitu Bagaimana ending berpikirnya itu ada jiwa ketundukan. Supaya keberadaan anak mengenal Allah dan bersyukur atas nikmat Allah. Antara karunia dengan syukur kita. Tanpa karunia Allah kita ga bisa hidup. Jika Allah menarik partikel oksigen dari udara, maka mahluk hidup mati semua. Kecerdasan tertinggi yang bisa menemukan sang kholik disetiap penciptaannya. Mengharuskan dirinya untuk tidak celaka, untuk selamat berarti ketaatan. Implementasi syukur = ketaatan. Kadar manusia istimewa yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain adalah akal. Malaikat ga punya akal.

Definisi akal = kemampuan memahami hakikat fakta yang di indera.
Akal = potensi istimewa yang membuat manusia menjadi pemimpin di bumi, memimpin mahluk2 Allah di Bumi. Sehingga tidak terjadi persaingan antara manusia dan hewan. Manusia harus berposisi sebagai pemimpin bukan merusak. (Al-Baqoroh:31-32) Adam mengetahui nama2 benda setelah Allah mengajarkannya. (Al-Baqoroh:6-7) dari sini dipahami bahwa manusia bisa merubah diri bila difungsikan indranya. Yang tidak memfungsikan inderanya tidak bisa beriman. Yang tidak menggunakan akalnya. Ketika yang kafir tapi menggunakan akal, nanti dia bisa beriman. Indra yang tidak berfungsi = tidak berpikir. Akal berfungsi untuk menemukan Allah dalam ciptaannya sehingga dia beriman bila seluruh indera diaktifkan. Anak kita bisa memahami fakta bila informasi terdahulunya benar. Mengaktifkan semua inderanya dan memberikan malkumat benar sebanyak2nya dan faham.

Proses berbahasa anak setiap pilihan katanya tergantung orang disekitarnya. Jika pilihan katanya jelek maka itulah yang akan diungkapkan anak termasuk anak mengkritik kita, ga boleh membela diri. Bahasa mempengaruhi cita rasa bahasa. Mencontoh itu potensi. Kenapa ada yang hadir yang jelek pada anak2. Anak punya potensi mencontoh, maka berikan contoh yang baik.

Proses pencerdasan anak tidak tergantung jam belajar. Potensi indera dalam pembelajaran. Fokusnya melihat sehingga indera pendengarannya ga difungsikan. Jika melihat maka tidak bisa pararel mendengar. Supaya optimal pembelajaran bahasa yang baik, nasehat, harus dijelaskan setiap point, beri pendengaran seaktif mungkin, pendengaran. Sejak ruh ditiup, 4 bulan pendengaran sudah diaktifkan. Ada buku “yang dia hafal adalah ayat yang sering dibacakan orang tua”. Paket ibu2 hamil menghafal al-qur’an.

Metode untuk mencerdaskan akal supaya paham segala sesuatu adalah metode aqliyah bukan ilmiah, mengfungsikan akal yang kata kuncinya 2 : informasi dari onbjek yang diindera, penginderaan yang detail ttg objek tersebut. Target anak usia dini baru menstimulan berpikir, semua indra diaktifkan mulai dari tahfidz, suara orang. Pelajaran mengaktifkan indera tidak memerlukan buku. Realitas alam semesta yang dibutuhkan anak. Telinga bisa mengindera benda, merasa dengan lidah, setiap benda punya ciri khas. Modal ber ijtihad, tahkikul manat. Ukurannya penginderaan. Sayang sekali penginderaan ini tidak diaktifkan.

Jangan kasih yang imitasi, kasih yang riil. Harus benda aslinya : Metode aqliah, mencerdaskan akal. Realitas di indera sedetail-detailnya. Ini berpikir anti gosip. Orang eksak ga suka gosip. Elektro, fisika ga suka gosip. Anak Jangan disuguhi iklan yang salah, seperti statemen 2 permen = segelas susu. Slogan di TV : Sayang anak, iklan yang keluar adalah membelikan mainan mahal, game, mobil dll. Sayang anak yang benar gimana? Banyak informasi yang ga tepat termasuk racun bagi anak. Seringkali yang sehat = susu yang mahal. Padahal komposisinya sama. Berpikir yang benar itu perlu supaya tidak termakan iklan, rawan gosip.

Untuk anak usia dini, berikanlah makanan yang menstimulan otak sehat, berikan protein tinggi, pantangannya MSG and the geng. Bahaya pewarna, MSG (merusak sel2 otak), pewarna merusak sistem dan mekanisme. Contonya jika ada pesan berantai jika 1 kata ilang, sampai belakanng kacaulah info kesimpulannya. MSG = merusak sel otak, Racun bagi anak yang tumbuh. Usia 5tahun, 80%. 99% pada 10tahun. Ini adalah Miniatur orang dewasa, hampir sempurna untuk menerima tanggung jawab. Hafal quran sebelum 10 tahun. Jika ada noda hitam maka akan susah menghafal. Data perkembangan otak, sel, mekanismenya yang tercepat, protein harus besar sampai 10tahun, hindari anak2 dari makan makanan yang beracun buat perkembangan anaknya.
  1. Makanan
  2. Stimulan (informasi benar sebanyak2nya), stimulan memberikan rill, bahan2 alami yang berwarna. Jangan berikan peluang mengindera yang salah. Berikan fokus anak pada fokus yang benar. Buat konsentrasi anak yang pada benar.
Melejitkan kecerdasan anak, harus memperhatikan 2 hal :
  1. Perkembangan dan pertumbuhan otak
  2. Perkembangan potensi berfikir anak
Yang merusak anak : game2 dan film2 yang ga ril. Riwayatnya ulama sebelum 10 tahun sudah hafal qur’an. Meskipun ga 30 juz minimal sampai al-baqoroh. Ketika mencari ilmu bisa menerima ilmu hingga tua yang membedakannya hanya masalah kapasitas kecepatan otak untuk mencerap ilmu.

Kemampuan anak dari berbahasa = kemampuan berpikirnya cepat, akal yang berfungsi = komunikasi 2 arah. Dalam penelitian, dilihat dari berkomunikasi dan berkonsentrasi, kemampuan identifikasi berlanjut pada kemampuan memilih, atau meniru. Tiap anak bisa meniru baru memilih atau sebaliknya. Ini sangat berpengaruh pada anal seperti cara promosi  iklan di TV, komunikasi menarik yang salah bisa jadi benar, yang lucu bisa ditiru. Penderitaan orang ditertawakan dari tontonan pelawak. Harusnya ketika temannya jatuh ditolong, bukan ditertawakan. tapi banyak perilaku orang dewasa yang meracuni anak. Hasil penelitian yang bisa dijadikan bahan. Lakukan proses agar anak berkembang terus. 1 tahun 2 bulan bisa mendengar utuh an-naba. Usia 8 bulan setiap mau tidur di bacakan qur’an baru tidur, kalo ga nyenyak tinggal stel murotal maka si bayi akan tidur dengan nyenyak, kalo dah ngaji dia tenang, stel murotal, sensitif pendengarannya. Banyak yang menggunakan lagu. Ngaji sendiri lebih bagus, sholawat. Jangan kenalkan lagu berbahasa indonesia. Ayat2 quran dan sholawat yang berbahasa arab dulu saja agar anak terbiasa dengan bahasa arab.
1-2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar :
  • Anak mulai mengamati hal2 di luar dirinya (13 bulan)
  • Anak mampu berkonsentrasi sekitar 10 menit (14 bulan)
  • Anak mengembangkan kemampuan meniru (17 bulan)
  • Usia 12-17 bulan, anak dapat memahami kalimat, anak dapat mengembangkan komunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah
  • Usia 18-23 bulan, anak dapat mengucapkan kata2, jumlah kata yang dapat diucapkan mencaoai 50 kata, anak mengenal kata2 baru lebih cepat
  • Usia 3 tahun, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1000kata dengan 80% dapat dipahaminya, anak mulai banyak berbicara dengan orang2 disekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.
Jika anak terus menerus dikasih informasi yang bagus, informasi yang anak terima bila terus menerus dilakukan dengan menghilangkan ketidaksukaannya bias di stop dengan di alihkan. Jangan katakan haram dengan lagu tapi berikan contoh yang bias membawa ke taqwa. Anak kecil juga gitu, boleh melihat TV tapi yang membuat kita baik, sholeh, pintar. Tapi alihkan. Siapkan ruangan untuk berantakan bagi anak.

Komunikasi 2 arah harus 1,2 tahun. Konsentrasi 10 menit. Usia 12 bulan, 1 tahun sudah bisa memahami kalimat.
Mengaktifkan berbahasa lisan dan mendengar, lafaz2 berbahasa arab lebih susah, komunikasi bahasa indonesia cepat fasih. Yang berat adalah tahapan berpikir. Sains atau sosial, dipahamkan tentang pentingnya air bening, menanam pohon disekitar rumah, memelihara air bersih, mampu berkarya dalam kalimat. Anak2 perlu peka lingkungan.
Membuat sendiri cerita anak, mencerdaskan anak seiring kecerdasan berbahasa. Tv membuat konsentrasi lemah. Yang dibutuhkan adalah konsentrasi lama, dilihat dan di indera lama yang diselingi komunikasi. Coba lihat pohon mangga, bunga, daun, dll hingga rasa.
Usia 7-12 tahun :
  1. Anak sudah memahami hakekat sesuatu fakta yang di indera
  2. Anak mampu berpikir sistematis dan logis berdasarkan objek2 yang bisa di indera dan aktivitas rill.
Mau diisi apa, akal anak kita?  
Output = agar anak menjadi sholeh, apa yang kita kasih? Ya al-qur’an. Penginderaan tentang alam semesta, ilmu digunakan untuk memenuhi kebutuhan potensinya. Misal anak mau makan minimal punya infomasi, halal dan toyib. Anak usia dini ga bagus dibawa ke super market, bagusnya kepasar tradisional yang wujudnya masih asli.
Fungsi akal : memenuhi kebutuhan fisik dan naluri membutuhkan pemenuhan dengan dikendalikan oleh akal berupa :
  1. Terpenuhi secara benar dan cepat, sesuai hakikat penciptaan manusia
  2. Teraihnya martabat yang mulia dihadapan sang pencipta.
Sebuah realitas yang salah bisa jadi keyakinan karena itu terus yang dia dapat, jangan biarkan anak belajar sendiri karena yang salah itu jauh lebih banyak. Meskipun kita tidak bisa mensterilkan dari hal2 yang salah, fokus pada apa yang kita sampaikan dari pada apa yang dia dapat. Kemampuan kita berbahasa akan kalah dengan bahasa iklan di TV karena iklan lebih menarik, maka gunakan potensi kasih sayang anak, biar anak fokus pada ucapan kita dari pada TV. Itulah gambaran mencerdaskan akal dengan harapan anak di usia 7 tahun sudah memahami fakta yang dia indera, tidak terbawa arus.

SMA sudah berpikir bangsa, imam syafi’i jadi mufti 17 tahun, ibnu sinna jadi dokter 17 tahun. Kedzoliman di rumah tangga adalah dosa, Allah maha melihat.

Gunakan bahasa al-quran dengan motivasi, reward di quran itu surga. Yang diancam itu orang kafir, Pola itu harus konsisten, anak usia dini belum bisa konsisten, tergantung pengawalan orang tua. Jangan solat sendiri, anak PAUD ga ngerti. Mandi bersih, dampingin jangan dikerjakan sendiri biar anak mandiri sendiri. Dampingi dan contohkan. Jangan berpikir praktis, memberikan fasilitas memadai untuk tumbuh kembang anak. Di SD bangun ga boleh boleh lewat subuh. Pembiasaan di usia dini tidak bisa dipastikan konsisten, beres solat baru bahas kesalahan. Harus ada prolog, persiapan, penyiapan, siapkan dulu beberapa menit sebelumnya.

Pendampingan tanpa membebani anak sedikitpun, perlu memahami perkembangan anak, antara akal dan kejiwaan/ naluri. Trauma menulis, dimarahi adalah menurunkan Pdnya. Maka proses pembelajarannya akan menurun, terjadi penurunan belajar. Ga ada ceritanya takut terpendam atau melawan, ke 2nya ga positif, yang suka membangkang jadi suka negatif tingking, dirumah selalu disalahkan. Kasihan anak yang harusnya tumbuh kembang jadi terbebani, rasa ingin taunya akan mati, sangat terhambat. Kemampuan intelektualnya tidak akan melejit. Jika stimulan nya intensif dia akan menyamai temannya jika PD nya naik. Naluri dan eksistensi diri itu penting karena yg inteletualnya tinggi tapi tanggap lingkungannya tinggi... jangan fokus pada kognitif tapi tumbuh kembangkan PD nya juga. Menyenangkan di alam semesta. Jangan dibawa gengsi ortu buat anak.

Supaya bisa menghadapi apapun, pahami dulu dengan siapa kita berhadapan. Pahami dulu latar belakangnya apakah bosan atau apa? Anak yang suka keluar dari kelas memang belum bisa mengikuti arahan, belum mau. Bisa jadi dirumahnya ga pernah ditata teratur atau dirumahnya terlalu ketat tidak diberi spase ke anak. Konsidi anak dipahami. Dirumah sangat ketat, beri pengarahan dengan kasih sayang. SD juga sama sudah lebih heboh, perkembangan anak pra balig secara umum, berikan perhatian. Jangan dipaksa pada titik ekstrim propokator , jangan dipaksa nanti akan timbul masalah.

Pahami perkembangan sesuai usia. Proses dalam realitas, jangan suruh ngalah kalo ga ngerti ngalah, mengajak kakak bersama2 ngurus ade. Beri perhatian khusus pada anak, kerjasama dengan anak, siapa yang merasa diabaikan. Berikan perhatian khusus. Ada program direncanakan. Emosional anak mudah ditaklukan. Ortu terlalu arogan, temukan senjata2 yang menyentuh nalurinya. Minta maaf dulu jika salah. Anak berkasus harus diselesaikan dengan anak, harus tersenyum. Cita rasa berbahasa anak.

--> Ini sedikit oleh2 dari Diklat ...

Perjalanan Untuk Menemukan Jati Diri

Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, “Siapa Saya ini?” pertanyaan ini hadir ketika kita tidak mengenal diri sendiri, tidak mengenal potensi  diri, kemampuan, kreativitas & akal kita. Kebodohan ini sampai pada tingkatan dimana setiap kita mendengar kabar bahwa seseorang hafal Qur’an atau sekumpulan hadits, kita tercengang sembari memelototkan mata.

Bahkan, kebodohan ini sampai pada tingkatan dimana ketika kita membaca atau mendengar perjalanan hidup orang sebelum kita atau kita melihat sesuatu dari peninggalan mereka, maka kita membayangkan bahwa mereka adalah orang-orang yang diciptakan dengan bakat bawaan sebagaimana yang sering dikatakan bahwa mereka adalah manusia yang luar biasa sebagaimana yang sering kita dengar. Kebanyakan kita meratapi diri dan mengharap seandainya kita bisa seperti mereka dan yang lebih parah lagi adalah di antara kita ada yang merasa senang dengan keadaan dirinya. Ridha karena merasa puas dengan apa yang hanya dimiliki tanpa ada keinginan kuat untuk menuntut ilmu agar bisa menggapai kemuliaan disisi Allah SWT, sembari beranggapan bahwa Allah telah memberikan kepada mereka (ahli al-Qur’an dan hadits) apa yang tidak diberikan kepadanya. Sungguh, sekiranya ia tahu apa yang membuat mereka seperti itu, niscaya ia akan berhenti terkagum (lantas melakukan tindakan nyata untuk bisa seperti mereka).

Wahai saudaraku yang mulia, ikutlah bersamaku agar kita bisa mengetahui keadaan diri kita terlebih dahulu, setelah itu kita dapat meletakkannya pada tempat yang tepat sesuai dengan tujuan penciptaannya. Dengan ilmu, maka sesuatu yang tersembunyi dapat disingkap, segala urusan menjadi jelas, hingga segala sesuatu yang memiliki hak diberikan sesuai dengan haknya. Oleh karena itu, hendaknya kita semua bertanya pada diri kita “Siapa sebenarnya Aku? Apa kelebihanku dibandingkan makhluk-makhluk Allah lainnya hingga Aku dijadikan-Nya sebagai khalifah di muka bumi ini?” Maka, kita akan memperoleh jawaban yang teramat gamblang dari setiap lisan, “Sesungguhnya kelebihan tersebut adalah akal”

Otak yang berbentuk gumpalan daging kecil ini memiliki kemampuan untuk menangkap, memahami, menghafal dan menciptakan sesuatu. Akal adalah mukjizat dan ciptaan Allah yang menakjubkan dan mengagumkan, akal adalah bukti keagungan dzat yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Para ahli ilmu telah menyingkap bahwa otak itu terdiri dari beberapa sel kecil yang dinamakan neuron. Jumlahnya mencapai 10 milyar sel dalam satu otak.

Prof Mark Rosensen Weiz dari Universitas California telah menghabiskan bertahun-tahun lamanya untuk mempelajari kemampuan penyimpanan memori pada otak manusia. Ia berhasil menyingkap bahwa kemampuan penyimpanan memori pada otak manusia sangat besar, hingga tak seorang pun mampu menghitungnya. Ia mengungkapkan bahwa seandainya otak disuplai secara sempurna dengan informasi-informasi baru sebanyak 10 informasi setiap detiknya, maka diperkirakan selama 60 tahun siang-malam tanpa henti penyuplaian informasi ini tidak akan memenuhi otak manusia.

Wahai saudaraku yang mulia, tidak pantaskah Anda duduk menemani diri sendiri dan berpikir sejenak mengenai kekuatan yang besar dan kemampuan yang menakjubkan ini? Sungguh, Allah telah menitipkannya pada Anda.

Tidak layakkah Anda bangkit dari kelalaian guna mengisi jalan hidup Anda dengan cahaya terang yang diberikan oleh Allah kepada Anda? Telah tiba waktunya bagi kita untuk mebersihkan noda dari hati kita. Telah tiba masanya menjauhi mendung yang menutupi mata kita. Sehingga, kita mampu mewujudkan hal yang paling baik dalam hidup ini. Marilah bersama-sama kita mulai perjalanan yang akan mengubah diri kita dengan izin Allah!

Hendaknya kita yakin akan kemampuan diri dan akal kita, hendaknya kita yakin bahwa akal kita mampu mengoptimalkan kinerja akal kita. Sudahkah kita mengetahui kemampuan akal kita yang menakjubkan? Apakah kita masih belum juga menghafal al-Qur’an? Ketika kita mulai menghafal qur’an dengan metode yang teratur, kita dapat menghafal lebih dan lebih lagi. Sebagaimana telah kita lihat dari pengalaman para penghafal qur’an, sesungguhnya mereka memulai  dengan beberapa halaman dalam sehari lalu semakin bertambah dan bertambah halaman yang mereka hafal setiap harinya sampai mereka khatam. Maka dengan prinsip ini, kapasitas akal kita akan terus bertambah dan kita akan dapat menambah beberapa halaman yang telah kita hafal dengan izin Allah.

~artikel ini dikutip dari buku Kaifa Tahfadzh al-Qur’an al-Karim fi Syahr karya Ir. Amjad Qasim~