Friday, May 20, 2011

Berpikir Cepat dan Produktif

Buku ini merupakan buku berbahasa Arab yang berjudul Sur’atul Badihah karya Taqiyudin An-Nabhani, selamat membaca...

Kelambanan dalam berpikir adalah penyebab utama kemunduran sebuah bangsa termasuk umat Islam. Umat Islam menjadi tidak cepat tanggap saat dihadapakan pada berbagai konspirasi Barat yang ditujukan kepada mereka. Akibatnya mereka tidak segera menyadari bahaya yang sedang mengancam mereka. Celakanya, kelambanan berpikir ini kemudian menjadi semacam ‘tradisi’ umat Islam. inilah yang menyebabkan mengapa mereka begitu sulit untuk dapat melepaskan diri dari ‘jeratan’ Barat yang saat ini menelikung mereka.

Tradisi berpikir lamban umat ini disebabkan oleh 2 faktor yaitu secara internal, karena umat Islam telah kehilangan ideologi berpikirnya. Padahal berpikir ideologis inilah yang bisa mendorong umat manapun untuk terbiasa berpikir secara cepat. Secara eksternal, karena Barat memang sengaja menciptakan tradisi berpikir lamban dikalangan umat. Tidak banyak disadari, bahwa filsafat & tradisi berpikir ilmiah melalui keharusan untuk mengkaji & meneliti secara mendalam semua perkara sesungguhnya sengaja ditanamkan oleh pihak Barat ditubuh umat Islam untuk menghilangkan kecepatan berpikir mereka

Keberhasilan dalam mengarungi kehidupan membutuhkan 2 perkara berikut ini :
1.       Kecepatan dalam memberikan justifikasi terhadap sesuatu dan kecepatan dalam mengambil suatu tindakan yang relevan. Jika hal ini tidak dilakukan, maka seseorang telah gagal dan ia tidak akan berhasil memikul tugas yang berat. Ketika waktu terus bergerak maka beban itu bertambah semakin berat. Ketika beban itu semakin berat, hal ini tentu akan mengakibatkan kegagalan dalam mengarungi medan kehidupan
2.       Peluang emas yang didapatkan oleh seseorang dalam medan kehidupan merupakan faktor yang menjadikan dirinya mampu bertransformasi secara cepat kearah yang lebih tinggi. Peluang emas juga merupakan faktor yang bisa menghindarkan dirinya dari kebinasaan. Jika peluang emas tersebut tidak dimanfaatkan maka ia telah gagal. Padahal bisa jadi peluang emas tersebut tidak akan berulang lagi. Hilangnya peluang emas karena tidak adanya kecepatan dalam berpikir

Barat telah berhasil menyibukkan seluruh umat dalam aktivitas berangan-angan, berpikir keras, merenung dan menunggu sampai akhirnya umat mengalami kegagalan dalam seluruh medan kehidupan.
Kecerdasan dan kecepatan berpikir

Kecerdasan adalah kecepatan dalam pencerapan dan kecepatan dalam mengaitkan informasi. Akal/berpikir adalah upaya memindahkan fakta kedalam otak dengan perantaraan indera yang disertai dengan adanya informasi pendahulu untuk menafsirkan fakta tersebut. Sedangkan Kecepatan pencerapan adalah kecepatan dalam mentransformasikan suatu fakta kedalam otak.   

Penggunaan Kecerdasan dan Kecepatan Berpikir
Faktor yang dapat mewujudkan berpikir cepat adalah penggunaan kecerdasan. Kecepatan berpikir = kecepatan dalam mengambil suatu tindakan sebagai hasil dari berpikir cepat. Penggunaan kecerdasan adalah kecepatan dalam penginderaan dan kecepatan dalam mengaitkan suatu informasi. Pencermatan adalah kesengajaan untuk mencermati dan memahami, sedetail mungkin objek yang bisa di indera. Kecepatan mengaitkan informasi akan terjadi jika dalam otak terdapat pengetahuan sebelumnya tentang sesuatu. Penggunaan kecerdasan hanya akan muncul dari pencermatan. Pencermatan inilah yang akan menghasilkan penginderaan yang cepat.

Kecepatan Berpikir : Yang Alami & Yang Buatan
·         Adanya kondisi kritis (bahaya) mengharuskan adanya pengambilan keputusan secara cepat, dengan itu, seseorang bisa secepat mungkin mengambil suatu tindakan untuk mengatasi kondisi kritis/bahaya yang ada.
·         Ketika Barat menyerang negeri-negeri Islam dengan serangan politis dan mulai menguasai negeri-negeri Islam, Barat mulai menanamkan metodologi berpikir lambat dan metodologi berpikir yang mengarah pada pengkajian (perenungan) yang memakan waktu lama sedangkan permasalahan kehidupan begitu cepat dan banyak yang harus segera diselesaikan. Sehingga berpikir lambat inilah yang menyebabkan sebuah bangsa mengjadi bangsa yang lamban dalam mengambil keputusan yang menyebabkan ‘membiarkan mati orang yang sebenarnya bisa diselamatkan’ jika saja kita menjadi bangsa yang cepat tanggap!

Masalah kita hari ini adalah dari bahaya/kerusakan dalam berpikir yang terbiasa berpikir lambat, sehingga menjadi bangsa terbelakang yang terlalu bertele-tele dalam menyikapu permasalah yang ada. 

Sehingga pemecahan masalahnya adalah dengan membiasakan diri untuk berpikir cepat yaitu kecepatan dalam memahami ucapan. Perbuatan/perkara yang lain juga kecepatan dalam menyimpulkan bahwa maksud perkara itu adalah demikian. Harus ada kebiasaan itu cepat memahami & menyimpulkan.

Mewujudkan kecepatan berpikir pada diri umat harus dimulai dengan mentransformasikan akidah dari sekedar keberadaannya sebagai asas pembahasan ke keberadaannya sebagai pemikiran politik. Ini harus dilakukan sampai pemikiran-pemikiran/ aturan-aturan yang terpancar dan terbangun dari akidah dijadikan sebagai pemikiran politik.

4 comments:

Agustin E Sumanti said...

Makasih dah berbagi informasi

Agustin E Sumanti said...

makasih atas infonya,
tq dah share ilmu nya..=)

manz said...

Banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang saya dapat dari artikel yang anda buat, semoga dapat diterapkan dalam keseharian dan prilaku orang-orang yang membaca artikel anda.

Terimakasi untuk infonya semoga bermanfaat untuk orang banyak. Salam anomtunggal.
Mampir juga ke blog saya.

erwindae said...

jelaskan mengapa generasi sekarang, lebih banyak mengalami tekanan sosial emosional dibandingkan dengan generasi sebelumnya.