Tuesday, February 22, 2011

Sejarah Kelam Demokrasi

Aristoteles dan Plato mengatakan bahwa Aritokrasi lebih baik dari pada demokrasi. Socrates mengecam demokrasi karena demokrasi hanya mengandalkan jumlah, kurang menghargai pikiran. Augustus Caesar bahkan memilih sistem kekaisaran karena kapok pada demokrasi yang menjadikan para politisi Roma saling sikut dan rakyat Romawi terbelah. Banyak pakar lain melihat demokrasi hanya akan menimbulkan anarki dan memunculkan orang bodoh yang didukung massa jadi pemimpin. Sampai dinyatakan, "Demokrasi hanya melihat jumlah kepala, tidak melihat isi kepala" (mirip pendapat Socrates).

Seringnya pembunuhan saat kampanye di India dan Bangladesh juga realitas demokrasi. Pemerintah labil di Perancis saat revolusi & Italia tahun 1990-an juga bagian dari demokrasi.

Tapi, mereka tetap 'istiqomah' dengan demokrasi. Lalu... Mengapa Umat ISlam lantas ragu dengan Khilafah? Tidakkah kita berpikir?

-well, ini saya kutip dari buku Muslimonot, Menjadi Muslim: Menjadi Astronot di Bumi karya Pa Husain Matla-

0 comments: