Thursday, January 6, 2011

Melejitkan kecerdasan akal anak Tanpa Beban, oleh tim kurikulum HSG Khoiru Ummah

Anak memiliki potensi luar biasa, Para orang tua harus mampu melihat dan mengakuinya. Banyak orang tua yang tidak bisa melihat potensi anaknya. Banyak yang tidak bisa mendiskripsikan anaknya berarti kemungkinan ada potensi yang terlewatkan. Kebanyakan yang dibicarakan itu kelakuan anak-anak  tentang perkembangan anak. Ada Anak yang membela diri dengan berbohong padahal tinggal bagaimana orang tua mengajarkan berbahasa yang baik kepada anak agar membela diri tanpa harus berbohong. Kesalahan perlakuan ortu kepada anak, ketika ortu kurang adil. Apapun komentar anak, yang pertama sebelum menilai, pahami dulu realitasnya, apakah kemunduran atau perkembangan.

Setiap anak memiliki hak untuk disayang ortu meskipun porsi perhatiannya sama. Memuliakan, menghormati anak, sehingga di rumah, anak memiliki eksistensi. Anak yang usil keteman, ada anak yang menanam eksisitensi dari penderitaan orang lain. Seperti adanya geng motor dll, Geng itu lebih menghargai, isap narkoba karena dihargai kelompoknya adalah dampak dari tidak memiliki eksistensi dari rumah. Inilah pentingnya memahami eksistensi dirumahnya. Percaya Diri nya rendah atau hancur biasanya anak2 yang menjelang 10 tahun, tadinya kecerdasannya A tapi jika PD nya hancur bisa anjlok sampai D. Para ortu harus memperhatikan potensi naluri anak. Sehingga tidak ada potensi yang tertekan, mandeg. Nalurinya berkembang dan akalnya juga berkembang begitu juga fisiknya.

akal memiliki kapasitas untuk memperhatikan fenomena dilangit dan bumi untuk menemukan tanda2 kebesaran Allah. Anak kita punya potensi mengenal Allah apabila akalnya disuruh memikirkan penciptaan Allah, menemukan Allah dari mempelajari dirinya, hewan, bumi dll. Mengenal karekteristik alam semesta. Dalam mencerdaskan anak, harus selalu konek dengan Allah. Semua itu untuk membangun kesadaran sebagai hamba. Dia bersyukur kepada Allah dengan asma ul husna yg 99 sifat itu.

Allah akan menganugrahkan hikmah kepada orang yang Dia kehendaki, yang akan diberikan kebaikan yang banyak yaitu yang bisa mengambil pelajaran dari apa yang dia indra dialah ulul albab (ketika berpikir dan berkesimpulan) yaitu Bagaimana ending berpikirnya itu ada jiwa ketundukan. Supaya keberadaan anak mengenal Allah dan bersyukur atas nikmat Allah. Antara karunia dengan syukur kita. Tanpa karunia Allah kita ga bisa hidup. Jika Allah menarik partikel oksigen dari udara, maka mahluk hidup mati semua. Kecerdasan tertinggi yang bisa menemukan sang kholik disetiap penciptaannya. Mengharuskan dirinya untuk tidak celaka, untuk selamat berarti ketaatan. Implementasi syukur = ketaatan. Kadar manusia istimewa yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain adalah akal. Malaikat ga punya akal.

Definisi akal = kemampuan memahami hakikat fakta yang di indera.
Akal = potensi istimewa yang membuat manusia menjadi pemimpin di bumi, memimpin mahluk2 Allah di Bumi. Sehingga tidak terjadi persaingan antara manusia dan hewan. Manusia harus berposisi sebagai pemimpin bukan merusak. (Al-Baqoroh:31-32) Adam mengetahui nama2 benda setelah Allah mengajarkannya. (Al-Baqoroh:6-7) dari sini dipahami bahwa manusia bisa merubah diri bila difungsikan indranya. Yang tidak memfungsikan inderanya tidak bisa beriman. Yang tidak menggunakan akalnya. Ketika yang kafir tapi menggunakan akal, nanti dia bisa beriman. Indra yang tidak berfungsi = tidak berpikir. Akal berfungsi untuk menemukan Allah dalam ciptaannya sehingga dia beriman bila seluruh indera diaktifkan. Anak kita bisa memahami fakta bila informasi terdahulunya benar. Mengaktifkan semua inderanya dan memberikan malkumat benar sebanyak2nya dan faham.

Proses berbahasa anak setiap pilihan katanya tergantung orang disekitarnya. Jika pilihan katanya jelek maka itulah yang akan diungkapkan anak termasuk anak mengkritik kita, ga boleh membela diri. Bahasa mempengaruhi cita rasa bahasa. Mencontoh itu potensi. Kenapa ada yang hadir yang jelek pada anak2. Anak punya potensi mencontoh, maka berikan contoh yang baik.

Proses pencerdasan anak tidak tergantung jam belajar. Potensi indera dalam pembelajaran. Fokusnya melihat sehingga indera pendengarannya ga difungsikan. Jika melihat maka tidak bisa pararel mendengar. Supaya optimal pembelajaran bahasa yang baik, nasehat, harus dijelaskan setiap point, beri pendengaran seaktif mungkin, pendengaran. Sejak ruh ditiup, 4 bulan pendengaran sudah diaktifkan. Ada buku “yang dia hafal adalah ayat yang sering dibacakan orang tua”. Paket ibu2 hamil menghafal al-qur’an.

Metode untuk mencerdaskan akal supaya paham segala sesuatu adalah metode aqliyah bukan ilmiah, mengfungsikan akal yang kata kuncinya 2 : informasi dari onbjek yang diindera, penginderaan yang detail ttg objek tersebut. Target anak usia dini baru menstimulan berpikir, semua indra diaktifkan mulai dari tahfidz, suara orang. Pelajaran mengaktifkan indera tidak memerlukan buku. Realitas alam semesta yang dibutuhkan anak. Telinga bisa mengindera benda, merasa dengan lidah, setiap benda punya ciri khas. Modal ber ijtihad, tahkikul manat. Ukurannya penginderaan. Sayang sekali penginderaan ini tidak diaktifkan.

Jangan kasih yang imitasi, kasih yang riil. Harus benda aslinya : Metode aqliah, mencerdaskan akal. Realitas di indera sedetail-detailnya. Ini berpikir anti gosip. Orang eksak ga suka gosip. Elektro, fisika ga suka gosip. Anak Jangan disuguhi iklan yang salah, seperti statemen 2 permen = segelas susu. Slogan di TV : Sayang anak, iklan yang keluar adalah membelikan mainan mahal, game, mobil dll. Sayang anak yang benar gimana? Banyak informasi yang ga tepat termasuk racun bagi anak. Seringkali yang sehat = susu yang mahal. Padahal komposisinya sama. Berpikir yang benar itu perlu supaya tidak termakan iklan, rawan gosip.

Untuk anak usia dini, berikanlah makanan yang menstimulan otak sehat, berikan protein tinggi, pantangannya MSG and the geng. Bahaya pewarna, MSG (merusak sel2 otak), pewarna merusak sistem dan mekanisme. Contonya jika ada pesan berantai jika 1 kata ilang, sampai belakanng kacaulah info kesimpulannya. MSG = merusak sel otak, Racun bagi anak yang tumbuh. Usia 5tahun, 80%. 99% pada 10tahun. Ini adalah Miniatur orang dewasa, hampir sempurna untuk menerima tanggung jawab. Hafal quran sebelum 10 tahun. Jika ada noda hitam maka akan susah menghafal. Data perkembangan otak, sel, mekanismenya yang tercepat, protein harus besar sampai 10tahun, hindari anak2 dari makan makanan yang beracun buat perkembangan anaknya.
  1. Makanan
  2. Stimulan (informasi benar sebanyak2nya), stimulan memberikan rill, bahan2 alami yang berwarna. Jangan berikan peluang mengindera yang salah. Berikan fokus anak pada fokus yang benar. Buat konsentrasi anak yang pada benar.
Melejitkan kecerdasan anak, harus memperhatikan 2 hal :
  1. Perkembangan dan pertumbuhan otak
  2. Perkembangan potensi berfikir anak
Yang merusak anak : game2 dan film2 yang ga ril. Riwayatnya ulama sebelum 10 tahun sudah hafal qur’an. Meskipun ga 30 juz minimal sampai al-baqoroh. Ketika mencari ilmu bisa menerima ilmu hingga tua yang membedakannya hanya masalah kapasitas kecepatan otak untuk mencerap ilmu.

Kemampuan anak dari berbahasa = kemampuan berpikirnya cepat, akal yang berfungsi = komunikasi 2 arah. Dalam penelitian, dilihat dari berkomunikasi dan berkonsentrasi, kemampuan identifikasi berlanjut pada kemampuan memilih, atau meniru. Tiap anak bisa meniru baru memilih atau sebaliknya. Ini sangat berpengaruh pada anal seperti cara promosi  iklan di TV, komunikasi menarik yang salah bisa jadi benar, yang lucu bisa ditiru. Penderitaan orang ditertawakan dari tontonan pelawak. Harusnya ketika temannya jatuh ditolong, bukan ditertawakan. tapi banyak perilaku orang dewasa yang meracuni anak. Hasil penelitian yang bisa dijadikan bahan. Lakukan proses agar anak berkembang terus. 1 tahun 2 bulan bisa mendengar utuh an-naba. Usia 8 bulan setiap mau tidur di bacakan qur’an baru tidur, kalo ga nyenyak tinggal stel murotal maka si bayi akan tidur dengan nyenyak, kalo dah ngaji dia tenang, stel murotal, sensitif pendengarannya. Banyak yang menggunakan lagu. Ngaji sendiri lebih bagus, sholawat. Jangan kenalkan lagu berbahasa indonesia. Ayat2 quran dan sholawat yang berbahasa arab dulu saja agar anak terbiasa dengan bahasa arab.
1-2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar :
  • Anak mulai mengamati hal2 di luar dirinya (13 bulan)
  • Anak mampu berkonsentrasi sekitar 10 menit (14 bulan)
  • Anak mengembangkan kemampuan meniru (17 bulan)
  • Usia 12-17 bulan, anak dapat memahami kalimat, anak dapat mengembangkan komunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah
  • Usia 18-23 bulan, anak dapat mengucapkan kata2, jumlah kata yang dapat diucapkan mencaoai 50 kata, anak mengenal kata2 baru lebih cepat
  • Usia 3 tahun, perbendaharaan kata anak dapat mencapai 1000kata dengan 80% dapat dipahaminya, anak mulai banyak berbicara dengan orang2 disekelilingnya, terutama ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya.
Jika anak terus menerus dikasih informasi yang bagus, informasi yang anak terima bila terus menerus dilakukan dengan menghilangkan ketidaksukaannya bias di stop dengan di alihkan. Jangan katakan haram dengan lagu tapi berikan contoh yang bias membawa ke taqwa. Anak kecil juga gitu, boleh melihat TV tapi yang membuat kita baik, sholeh, pintar. Tapi alihkan. Siapkan ruangan untuk berantakan bagi anak.

Komunikasi 2 arah harus 1,2 tahun. Konsentrasi 10 menit. Usia 12 bulan, 1 tahun sudah bisa memahami kalimat.
Mengaktifkan berbahasa lisan dan mendengar, lafaz2 berbahasa arab lebih susah, komunikasi bahasa indonesia cepat fasih. Yang berat adalah tahapan berpikir. Sains atau sosial, dipahamkan tentang pentingnya air bening, menanam pohon disekitar rumah, memelihara air bersih, mampu berkarya dalam kalimat. Anak2 perlu peka lingkungan.
Membuat sendiri cerita anak, mencerdaskan anak seiring kecerdasan berbahasa. Tv membuat konsentrasi lemah. Yang dibutuhkan adalah konsentrasi lama, dilihat dan di indera lama yang diselingi komunikasi. Coba lihat pohon mangga, bunga, daun, dll hingga rasa.
Usia 7-12 tahun :
  1. Anak sudah memahami hakekat sesuatu fakta yang di indera
  2. Anak mampu berpikir sistematis dan logis berdasarkan objek2 yang bisa di indera dan aktivitas rill.
Mau diisi apa, akal anak kita?  
Output = agar anak menjadi sholeh, apa yang kita kasih? Ya al-qur’an. Penginderaan tentang alam semesta, ilmu digunakan untuk memenuhi kebutuhan potensinya. Misal anak mau makan minimal punya infomasi, halal dan toyib. Anak usia dini ga bagus dibawa ke super market, bagusnya kepasar tradisional yang wujudnya masih asli.
Fungsi akal : memenuhi kebutuhan fisik dan naluri membutuhkan pemenuhan dengan dikendalikan oleh akal berupa :
  1. Terpenuhi secara benar dan cepat, sesuai hakikat penciptaan manusia
  2. Teraihnya martabat yang mulia dihadapan sang pencipta.
Sebuah realitas yang salah bisa jadi keyakinan karena itu terus yang dia dapat, jangan biarkan anak belajar sendiri karena yang salah itu jauh lebih banyak. Meskipun kita tidak bisa mensterilkan dari hal2 yang salah, fokus pada apa yang kita sampaikan dari pada apa yang dia dapat. Kemampuan kita berbahasa akan kalah dengan bahasa iklan di TV karena iklan lebih menarik, maka gunakan potensi kasih sayang anak, biar anak fokus pada ucapan kita dari pada TV. Itulah gambaran mencerdaskan akal dengan harapan anak di usia 7 tahun sudah memahami fakta yang dia indera, tidak terbawa arus.

SMA sudah berpikir bangsa, imam syafi’i jadi mufti 17 tahun, ibnu sinna jadi dokter 17 tahun. Kedzoliman di rumah tangga adalah dosa, Allah maha melihat.

Gunakan bahasa al-quran dengan motivasi, reward di quran itu surga. Yang diancam itu orang kafir, Pola itu harus konsisten, anak usia dini belum bisa konsisten, tergantung pengawalan orang tua. Jangan solat sendiri, anak PAUD ga ngerti. Mandi bersih, dampingin jangan dikerjakan sendiri biar anak mandiri sendiri. Dampingi dan contohkan. Jangan berpikir praktis, memberikan fasilitas memadai untuk tumbuh kembang anak. Di SD bangun ga boleh boleh lewat subuh. Pembiasaan di usia dini tidak bisa dipastikan konsisten, beres solat baru bahas kesalahan. Harus ada prolog, persiapan, penyiapan, siapkan dulu beberapa menit sebelumnya.

Pendampingan tanpa membebani anak sedikitpun, perlu memahami perkembangan anak, antara akal dan kejiwaan/ naluri. Trauma menulis, dimarahi adalah menurunkan Pdnya. Maka proses pembelajarannya akan menurun, terjadi penurunan belajar. Ga ada ceritanya takut terpendam atau melawan, ke 2nya ga positif, yang suka membangkang jadi suka negatif tingking, dirumah selalu disalahkan. Kasihan anak yang harusnya tumbuh kembang jadi terbebani, rasa ingin taunya akan mati, sangat terhambat. Kemampuan intelektualnya tidak akan melejit. Jika stimulan nya intensif dia akan menyamai temannya jika PD nya naik. Naluri dan eksistensi diri itu penting karena yg inteletualnya tinggi tapi tanggap lingkungannya tinggi... jangan fokus pada kognitif tapi tumbuh kembangkan PD nya juga. Menyenangkan di alam semesta. Jangan dibawa gengsi ortu buat anak.

Supaya bisa menghadapi apapun, pahami dulu dengan siapa kita berhadapan. Pahami dulu latar belakangnya apakah bosan atau apa? Anak yang suka keluar dari kelas memang belum bisa mengikuti arahan, belum mau. Bisa jadi dirumahnya ga pernah ditata teratur atau dirumahnya terlalu ketat tidak diberi spase ke anak. Konsidi anak dipahami. Dirumah sangat ketat, beri pengarahan dengan kasih sayang. SD juga sama sudah lebih heboh, perkembangan anak pra balig secara umum, berikan perhatian. Jangan dipaksa pada titik ekstrim propokator , jangan dipaksa nanti akan timbul masalah.

Pahami perkembangan sesuai usia. Proses dalam realitas, jangan suruh ngalah kalo ga ngerti ngalah, mengajak kakak bersama2 ngurus ade. Beri perhatian khusus pada anak, kerjasama dengan anak, siapa yang merasa diabaikan. Berikan perhatian khusus. Ada program direncanakan. Emosional anak mudah ditaklukan. Ortu terlalu arogan, temukan senjata2 yang menyentuh nalurinya. Minta maaf dulu jika salah. Anak berkasus harus diselesaikan dengan anak, harus tersenyum. Cita rasa berbahasa anak.

--> Ini sedikit oleh2 dari Diklat ...

No comments: