Friday, June 15, 2007

Tuhan itu Fakta atau Realita?

Sekitar 2 tahun yang lalu tepatnya 18-20 Februari 2005 di Ruang Multimedia TVST, ITB & 27 Februari 2005 di ComLabs ITB ada Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa se-Bandung Raya dan saya hadir disana sebagai peserta. Ketua pelaksananya yaitu Amandra Mustika Megarani atau biasa saya sapa Teh Andra kemudian Penanggung jawabnya Bayu Syerli Rachmat. Pelatihan ini terselenggara atas kerjasama Tempo, Gatra, Galamedia, ComLabs, EEP Language Training Center, Persma ITB, Boulevard ITB, Departemen Komunikasi Publik KM-ITB dan Lentera Gamais.

Materi yang dibahas yaitu Sejarah Pers Mahasiswa oleh Pak Rum Ally (Aktivis Pers Mahasiswa 60-70), Manajemen Liputan yaitu Pak Bambang Harimurty (Pemimpin Majalah Tempo); M. Ridho Eisy (Direktur Utama Galamedia), Manajemen Penerbitan Media bersama S. Malela Mahargasarie (Redaktur Eksekutif Majalah Tempo), Teknik Berita Investigatif bersama Tim Redaksi Tempo, Teknik Berita Feature yaitu Tim Redaksi Tempo & Workshop Penerbitan Media yaitu Tim layout Gatra.

Ketika materi Manajemen Liputan berlangsung Pak Bambang Harimurty bertanya kepada peserta antara fakta & realita. Peserta pada ricuh berpendapat dengan argumen masing-masing dan suasana memuncak ketika beliau bertanya kalo Tuhan itu fakta atau realita?

Dari diskusi diatas tidak ada satu pun jawaban yang memuaskan akal saya. Otomatis saya bertanya terus sama orang-orang yang ada disekitar saya terkait fakta dan realita. Ketika saya bertanya pada senior saya “kalo Tuhan itu fakta atau realita?” Beliau tampak shok dengan pertanyaan saya dan menjawab dengan singkat “Wah li hati-hati yaa, saya juga punya temen waktu di Lampung suka nanya-nanya kaya gitu dan akhirnya dia jadi ga berkerudung dan bla bla bla” saya cuman senyum dan segera berlalu sambil menggerutu dalam hati ‘yee ni orang ko gitu banget jawabnya, kalo ga tahu bilang aja ga tahu simple kan?’ rata-rata memang penjelasannya tentang fakta dan realita selalu saja menyisakan tanya yang semakin membuat saya bingung. Gemes, kesel.....

Tapi alhamdulillah, ketika saya bertanya tentang "Tuhan itu fakta atau realitas?" kepada Tutor Bahasa Arab saya, tutor saya bilang ini merupakan pertanyaan untuk mencuci otak jadi harus hati-hati.

Nah, untuk  menjawab pertanyaan ini ternyata sangat mudah, pertama jangan terjebak pertanyaan tapi samakan dahulu persepsi tentang fakta dan realitas itu apa? dalam kamus KBBI dijelaskan bahwa Fakta adalah keadaan atau peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi sedangkan realitas adalah kenyataan

Sedangkan definisi Tuhan adalah sesuatu yg diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa, dsb 

Kesimpulan :
Definisi Fakta & Realitas sama saja yaitu keadaan atau peristiwa yang ada sedangkan Tuhan adalah Sang Creator, nah jika kita kritisi pertanyaan "Tuhan itu Fakta atau Realitas?" ini pertanyaan yang EROR karena tidak jelas maksud dan tujuan dari pertanyaan ini maksudnya apa?

Jika kita coba gali tentang konteks keimanan kepada Tuhan (Allah SWT) hanya ada 2 wilayah, Adakah Tuhan atau tidak ada? simple kan? Tuhan tidak ada korelasinya dengan fakta atau realitas karena Tuhan adalah Sang Kholik alias Sang Pencipta bukan peristiwa. Titik

Tutor saya menambahkan, supaya saya jangan terjebak dengan pertanyaan yang 'nyeleneh' tapi tentu saja saya bertanya tentang hal ini pun supaya dimasa yang akan datang saya bisa lebih bijak dalam mengeluarkan argumentasi ketika dalam forum.

Demikian teman, apa yang saya dapat dari Tutor bahasa Arab saya, Semoga Bermanfaat... Barakallah...

-teralienasi diruang unlimited...-

5 comments:

Anonymous said...

kalo Allah SWT itu Wujud Atau Sifat?
baik dari arti dan asal kata.

semoga bisa sharing. wassalam

donny said...

oalah...baru dibahas sekarang toh? emang selama ini kemana aja sih bu? :p

mashuri said...

nice post...lama gak keliatan..Fakta dan Realitas Tuhan meliputi seluruh alam...Mata yang membuat kita melihat, telinga yang membuat kita mendengar and ce tera.....entry point kita untuk wujud Allah...

Dimas said...

Ass wr wb,

Menarik apa yg 'Li ceritakan dari awal tapi pada akhirnya kok malah sedikit "lari" ke masalah bangsa ya, he3x ...

Segala sesuatu entah pesawat, router, mobil dll adalah ciptaan 4JJ1. Manusia hanya dapat membuat dari bahan baku ke bahan jadi saja sesuatu itu berdasarkan Sunatullah. Dan seperti yg mas Mashuri bilang tadi, bahwa karunia 4JJ1 untuk kita ini adalah untuk lebih mendekatkan kita kepada 4JJ1.

Sehubungan dengan masalah bangsa tadi, 4JJ1 tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut berusaha untuk merubahnya sendiri. Artinya kalau kita teruskan "budaya" nrimo kepada bangsa asing ya akan selamanya begitu; gak kalau kita mau merubahnya. Jadi ayo kita bersama2 merubah untuk masa depan yg lebih baik for the sake of 4JJ1. Amin,

Wass wr wb,

--Dimas

Anonymous said...

laisa kamitslihi syaiun. tidak semua pertanyaan mesti dijawab.