Tuesday, March 20, 2007

Pembusukan bangsa bernama Indonesia!

Indonesia merupakan negeri yang dikaruniakan Sumber Daya Alam sangat luar biasa, ambil contoh di daratan [tambang emas, perak, intan, berlian, batu bara, dll], laut [dari ikan paus sampai ikan teri pun tersedia melimpah!], kemudian udara [udara yang sejuk seperti di Lembang, Bandung, udara dingin ada di Jaya Wijaya, Udara panas di Pantai Utara, tinggal pilih saja bukan?]

Yang menjadi pertanyaannya: “Apakah itu semua membuat kita bersyukur / tidak”?

Pertama yaitu tentang ekonomi:
Di Bank Indonesia itu ada 179 triliun uang yang tidak digunakan, dan disatu sisi lagi sekitar 50% rakyat Indonesia berada dalam jaring erat kemiskinan! Standar miskin menurut Bank Dunia yaitu penghasilan 2 dolar per hari, jika dalam rupiah kurang lebih 20ribu, bagaimana dengan penghasilan kita? Jangan-jangan kita pun lebih tragis dari standar Bank Dunia.
Jika kita ambil contoh terkait kemiskinan secara structural yaitu kekayaan yang tidak merata, seperti 200 konglomerat di Indonesia menguasai asset 80 persen di Indonesia, sedangkan 20 persennya dikuasai jutaan manusia di negeri ini, miskin bukan berarti malas.

Abdurahman bin Auf adalah sahabat Rasul yang dijanjikan masuk surga tapi dengan merangkak, padahal beliau menggunakan kekayaannya untuk Islam, lalu bagaimana dengan kita? Mungkin keterbatasan materi kita merupakan karunia biar pas di akhirat ga terlalu ribet masalah uang, dari mana & digunakan untuk apa. (wah pembelaan nih…)

Kedua, terkait Politik:
Banyak orang yang sedang digelandang ke pengadilan, masalah bulog dll.

Ketiga, masalah sosial:
Oh jangan tanya lagi dari DPR sampai SD banyak sekali realitas yang tragis, entah itu aborsi, nikah siri, sampe Aa Gym poligami pada ribut sedangkan ketika anggota DPR yang jelas2 salah yaitu YZ & ME masyarakat ga ada yang komplen.
Bahkan momentum untuk seleksi negeri yang mayoritas muslim untuk mengesahkan UU pornografi & pornoaksi, susah! Pemerintah lebih takut pada PlayBoy Amerika!

Singkat cerita What’s Going On?
Yang terjadi yaitu suatu pembusukan suatu bangsa, ketika cara sikap, tingkah laku dan cara berpikir yang jauh dari Islam! Karena Islam tidak seperti itu!

Aspek paling elementer yaitu bangsa yang busuk menuju kematian bisakah diselamatkan? Pembusukan terjadi ketika mengadopsi pemikiran di luar Islam!

Secara rasional harus ada perubahan, tidak membiarkan semakin berlarut-larut!
Dakwah merupakan proses perubahan dari yang tidak baik menjadi baik maupun dari baik menjadi lebih baik dengan nilai-nilai Islam!

Secara rasional & syar’i, harus melakukan perubahan, waspadalah terhadap bencana yang menimpa seluruh bumi!

Ambil contoh lagi longsor sampah di Indonesia (merupakan satu-satunya longsor didunia yaitu longsor sampah karena biasanya longsor itu tanah) dan jika kita tidak peduli maka Rasul memberikan kita peringatan: “Siapa saja yang tidak berpikir tentang kaum muslimin, maka bukan termasuk kaumku”

Dak’wah bukan untuk menenangkan! Bukan juga candu! Justru da’wah harus menggelisahkan menuju Islam yang menyeluruh! Dakwah harus bisa membuat orang sadar akan seorang muslim untuk menjadi lebih baik! Jangan sampai dakwah malah meninabobokan. Jika dakwah malah membuat statis bahkan jumud pasti ada yang salah!

Perubahan berasal dari pemahaman & cara berpikir.

Kembali pada esensi dakwah yaitu menjadikan cara berpikir, soul dan berprilaku sebagai muslim. Jangan bangga dengan status kemahasiswaan! Ciri khas identitas sebagai seorang muslim itulah yang harusnya kita banggakan!

Seperti halnya ilmu padi, cintai mereka dengan tulus, bukankah kita ga rela siapapun terjerumus api neraka?!

Ini bukan masalah so’ tapi sebagai bentuk Thx to God atas keimanan yang telah Dia percayakan ke kita!

Islam datang dengan asing & akan kembali lagi menjadi asing, berbahagialah mereka yang terasing yaitu mereka yang berpegang teguh pada al-qur’an & sunnah Rasul.
Wallahualam.

[sekian cuap-cuap saya diatas oleh-oleh dari acara Daurah Dirosah Islamiyah II di Alam Sejuk Lembang 17-18 Maret 2007]

-nb: buat mba mara tulisan tentang Eudaemonia-nya Insya Allah in the next Publis ^_^ harap sabar….-

3 comments:

donny said...

Kedua, terkait Politik:
Banyak orang yang sedang digelanggang ke pengadilan, masalah bulog dll.

Koreksi bu, bukan digelanggang, tapi digelandang ;)

Permasalahannya, dakwah juga berproses bu, tidak langsung loncat ingin mendirikan khilafah dulu. Memang benar banyak orang yang 'mengaku' Islam. Tapi juga akan menjadi bumerang buat Islam kalau kemudian tidak memahami keutamaan berhukum secara Islam. Makanya, Aqidah itu seharusnya lebih diutamakan.

Kalau memang ingin mengikuti manhaj Rasulullah, perkuat dan perbaiki dulu kader-kader dakwahnya. Lha, sekarang kader-kader dakwah kita ini, kalau udah nikah, punya anak, lupa deh dengan tujuan dakwahnya. Apalagi kalau sudah dihadapkan dengan dilemma antara memilih pekerjaan yang 'berduit' dan dakwah yang 'nggak ada duitnya'

penghuni said...

baiklah sebenernya saya ngetes siapa yg memperhatikan :D [digelandang?]

yoi aqidah emang lebih utama bahkan pondasi bukan?

wah terkait kader dakwah yg nikah... emm faktanya emang ada yg demikian tapi alangkah lebih bijak jika tidak melakukan generalisir, jikalau pun ada kader dakwah yg lebih memilih meninggalkan dakwahnya patut dipertanyakan dimanakah bukti keimanannya sama Allah?

-wallahua'lam-

satu lagi terkait finansial emang aga berat sih tapi lagi2 disini kita diuji mana yg kita pilih? jadi inget sama sirah ttg Muhammad Saw, dulu pernah ditawarin kedudukan, uang, dll asal meninggalkan dakwah tapi beliau tetap memilih dakwah!

bukankah di al-qur'an pun sudah jelas "Jika kita mencintai Allah maka ikutilah Rasul!"

lagi2 saya pikir bukan masalah milih antara dakwah dgn uang tapi lebih gimana caranya supaya kita bisa mensinergikan antara uang & dakwah... simple kan? :D

donny said...

Bukannya menggeneralisir, tapi kebanyakan. Kalau yang namanya kebanyakan itu berarti 'umum', secara langsung sudah 'menggeneralisir' dengan sendirinya. :p